Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Warga Tangkap Buaya Lepas dari Penangkaran
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Negara. Warga Desa Perancak Kecamatan Jembrana Senin (29/4) sekitar jam 06.30 wita digegerkan dengan penemuan seekor buaya di sungai kawasan desa Perancak Jembrana.
Buaya terrsebut pertama kali ditemukan oleh pencari kepiting yakni Ida Bagus Putu Suamba (46) asal Batu Agung Kecamatan Jembrana Senin (29/4) jam 06.30 saat itu hendak mencari kepiting.
"Saya liat buaya itu pertama seperti biawak, tapi setelah diperhatikan ternyata buaya," jelasnya.
Setelah mengetahui ternyata buaya, Putu Suamba langsung memberitahukan ke warga yang sedang melintas di jalan Seacorm, kemudian melaporkannya ke aparat terkait.
Setelah diketahui buaya ditemukan, pemilik buaya Ngurah Hartono yang dimintai keterangan saat dilokasi mengatakan buaya tersebut terlepas dari penangkaran akibat air pasang yang terjadi Minggu siang kemarin.
"Buaya ini lepas karena air pasang ke dalam kandang sehingga buayanya meloncati pagar kandangnya,"jelasnya.
Sebelumnya lepasnya buaya yang sama juga terjadi pada bulan Juni 2012 lalu, dan akhirnya ditemukan warga Desa Air Kuning.
Agar tidak membahayakan warga setempat, akhirnya buaya ini langsung di kembalikan ke penangkarannya di Taman Wisata Perancak Jembrana. Selanjutnya buaya tersebut akan diserahkan ke KSDA Denpasar untuk mendapatkan perawatan yang layak. (Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8028 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5653 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3544 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2393 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan