Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
KPI Bali Didesak Cabut Izin Operasional Bali TV
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sekitar 100 orang yang mengatasnamakan diri Aliansi Masyarakat Bali Cerdas mendatangani Kantor Komisi penyiaran Indonesia (KPI) Bali untuk mendesak KPI untuk mencabut izin operasional Bali TV. Desakan tersebut disampaikan karena selama ini pemberitaan dari Bali TV cenderung provokatif dan keluar dari etika jurnalistik.
Juru Bicara Aliansi Masyarakat Bali Cerdas Wayan Suata dalam keteranganya di Renon (10/5/2013) mengatakan pencantuman banner infuse bertuliskan “Ganti Gubernur “ Bali pada siaran Bali TV merupakan bentuk provokasi. Selain itu kata Ganti Gubernur juga merupakan bentuk penghinaan terhadap gubernur yang dipilih langsung oleh masyarakat Bali melalui pesta demokrasi.
“kalau media ini selalu menghina pak Mangku Pastika, sama artinya menghina masyarakat Bali, karena masyarakat Bali telah memilih Pak Mangku sebagai gubernur sampai periode Agustus yang akan datang , jadi kalau beliau dihina sama saja media ini menginjak-injak masyarakat Bali, apa ini tidak disebut provokator masyarakat Bali” ujar Wayan Suata.
Wayan Suata berharap Bali TV memberitakan proses pemilihan gubernur secara adil dan tidak hanya menonjolkan satu pasangan calon gubernur saja.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3881 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2530 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2016 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1946 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1796 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun