Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Napi di Medan Kabur, Gilimanuk Dijaga Petugas Bersenjata
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Penjagaan pintu masuk Pulau Bali di pelabuhan Gilimanuk diperketat pasca kaburnya ratusan napi dan tahanan di Lapas Tanjung Gusta Medan yang terjadi beberapa waktu lalu.
Pasca kaburnya ratusan napi dan tahanan termasuk sejumlah napi kasus teroris di Lapas Medan, pintu masuk Bali yakni di pos dua pelabuhan Gilimanuk Jembrana penjagaannya diperketat.
Untuk mengoptimalkan pengamanan, petugas kepolisian Polres Jembrana melalui Polsek KP 3 Gilimanuk menerjunkan petugas bersenjata dibantu petugas Brimob Polda Bali.
"Hal ini kita lakukan untuk mengantisipasi jika ada napi kabur yang masuk ke Bali sekaligus antisipasi jika terjadi tindak kejahatan di wilayah pelabuhan.
Penjagaan di pos dua pintu masuk Bali ini diperketat dengan menambah jumlah personil dan mengintensifkan pengamanan baik orang, kendaraan dan barang sesuai dengan prosedur yang berlaku,"jelas Kompol Made Prihenjagat, Kapolsek KP 3 Gilimanuk.
Selain mengintensifkan pemeriksaan di pos dua pelabuhan Gilimanuk, Polres Jembrana juga melakukan pengamanan dan pengawasan di areal pelabuhan dan patroli di sejumlah pelabuhan tradisional di pesisir pantai Jembrana. (jsp)
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2012 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun