Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 30 Juli 2026
Buleleng Festival Pertama Sediakan Aneka Kuliner Murah
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Bali bagian utara untuk pertama kalinya akan menggelar Buleleng Festival (Bulfest). Bulfest yang digelar pada 23-25 Agustus 2013 di kawasan patung Singa Ambara Raja, Buleleng itu akan menyajikan aneka kuliner tradisional khas Buleleng dan aneka kesenian serta dimeriakan dengan pameran lukisan seniman Buleleng.
Dalam Bulfest pertama nanti, aneka kuliner akan ditawarkan dengan harga murah, karena para pedagang mendapat subsidi dari Pemerintah Kabupaten Buleleng sebesar 50 persen dari setiap menu yang disajika sehingga para pengunjung baik warga maupun wisatawan asing maupun domestik hanya membayar setengahnya dari harga biasanya.
Menurut Dirut PDAM Buleleng, I Made Lastariana penyerahan dana bantuan itu murni keterlibatan PDAM Buleleng pada Bulfest. "Uangnya baru kami bawa tadi dan langsung kami bagi-bagi. Dengan subsidi kuliner itu, kami harap dagangan di pameran itu bisa lebih laku," ujar Lastariana di Buleleng, Selasa (20/8/2013).
Terkait subsidi itu, salah satu pengusaha kuliner bernama Kadek Ardiastini mengaku bersyukur bisa mendapat subsidi kuliner. Wanita yang biasa menjual Mengguh Kedongkol ini akan menjual makanannya dengan harga Rp 3.000 per porsi, dari harga normal Rp 6.000 per porsi.
Selain aneka kuliner, Bulfest pertama ini nantinya akan dimeriakan dengan pameran lukisan dari 42 karya perupa-perupa yang tinggal di Buleleng. Sedikitnya, 17 perupa yang akan ikut serta dalam pameran seni rupa Buleleng yang bertajuk 'Suryakanta' itu. Seluruh karya baik itu dalam bentuk grafis, lukisan kaca, lukisan realis, maupun lukisan surealis, diakomodir oleh pihak panitia.
Koordiantor Pameran, Wayan Sudiarta menambahkan bahwa pameran bertajuk 'Suryakanta' ini memang tak mematok aliran para pelukis sehingga seluruh karya bisa diakomodir, tanpa harus dibatasi sekat aliran yang ditekuni oleh para pelukis. Menurutnya, 42 karya yang dipamerkan dalam pameran seni rupa itu, sebagian merupakan karya-karya pelukis yang tergabung dalam Kelompok Perupa Buleleng (KPB) yang eksis mengakomodir perupa-perupa Bali Utara.
"Sebagian karya lain, merupakan karya perupa yang sempat dan masih belajar di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja," jelasnya.
Sudiarta yang juga Dosen Seni Rupa Undiksha itu menegaskan bahwa pameran yang akan digelar selama tiga hari penuh itu diharapkan menggairahkan semangat perupa-perupa Buleleng, terutama yang selama ini konsisten berkarya. "Sehingga pasca pameran seni rupa nanti, wujud kreatifitas perupa Buleleng dapat dilihat lebih dekat," harapnya.(dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3896 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2962 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2053 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2026 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1812 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun