Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 29 Oktober 2026
Buleleng Festival Pertama Sediakan Aneka Kuliner Murah
Singaraja
BERITABALI.COM, BULELENG.
Beritabali.com, Singaraja. Bali bagian utara untuk pertama kalinya akan menggelar Buleleng Festival (Bulfest). Bulfest yang digelar pada 23-25 Agustus 2013 di kawasan patung Singa Ambara Raja, Buleleng itu akan menyajikan aneka kuliner tradisional khas Buleleng dan aneka kesenian serta dimeriakan dengan pameran lukisan seniman Buleleng.
Dalam Bulfest pertama nanti, aneka kuliner akan ditawarkan dengan harga murah, karena para pedagang mendapat subsidi dari Pemerintah Kabupaten Buleleng sebesar 50 persen dari setiap menu yang disajika sehingga para pengunjung baik warga maupun wisatawan asing maupun domestik hanya membayar setengahnya dari harga biasanya.
Menurut Dirut PDAM Buleleng, I Made Lastariana penyerahan dana bantuan itu murni keterlibatan PDAM Buleleng pada Bulfest. "Uangnya baru kami bawa tadi dan langsung kami bagi-bagi. Dengan subsidi kuliner itu, kami harap dagangan di pameran itu bisa lebih laku," ujar Lastariana di Buleleng, Selasa (20/8/2013).
Terkait subsidi itu, salah satu pengusaha kuliner bernama Kadek Ardiastini mengaku bersyukur bisa mendapat subsidi kuliner. Wanita yang biasa menjual Mengguh Kedongkol ini akan menjual makanannya dengan harga Rp 3.000 per porsi, dari harga normal Rp 6.000 per porsi.
Selain aneka kuliner, Bulfest pertama ini nantinya akan dimeriakan dengan pameran lukisan dari 42 karya perupa-perupa yang tinggal di Buleleng. Sedikitnya, 17 perupa yang akan ikut serta dalam pameran seni rupa Buleleng yang bertajuk 'Suryakanta' itu. Seluruh karya baik itu dalam bentuk grafis, lukisan kaca, lukisan realis, maupun lukisan surealis, diakomodir oleh pihak panitia.
Koordiantor Pameran, Wayan Sudiarta menambahkan bahwa pameran bertajuk 'Suryakanta' ini memang tak mematok aliran para pelukis sehingga seluruh karya bisa diakomodir, tanpa harus dibatasi sekat aliran yang ditekuni oleh para pelukis. Menurutnya, 42 karya yang dipamerkan dalam pameran seni rupa itu, sebagian merupakan karya-karya pelukis yang tergabung dalam Kelompok Perupa Buleleng (KPB) yang eksis mengakomodir perupa-perupa Bali Utara.
"Sebagian karya lain, merupakan karya perupa yang sempat dan masih belajar di Jurusan Pendidikan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja," jelasnya.
Sudiarta yang juga Dosen Seni Rupa Undiksha itu menegaskan bahwa pameran yang akan digelar selama tiga hari penuh itu diharapkan menggairahkan semangat perupa-perupa Buleleng, terutama yang selama ini konsisten berkarya. "Sehingga pasca pameran seni rupa nanti, wujud kreatifitas perupa Buleleng dapat dilihat lebih dekat," harapnya.(dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5972 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4665 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2306 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan