Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Bali Jadikan APEC Sebagai Ajang Promosi Pariwisata
Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika menargetkan untuk menjadikan pagelaran Konferensi Tingkat Tinggi Kerjasama Ekonomi Asia-pasifik (KTT APEC) sebagai ajang promosi pariwisata Bali. Masyarakat Bali dan pelaku pariwisata Bali diharapkan memberikan pelayanan yang terbaik bagi para delegasi negara peserta APEC selama berada di Bali.
Made Mangku Pastika dalam keteranganya di Denpasar (23/8/2013) menyampaikan kesempatan promosi gratis ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh Bali dalam upaya menarik lebih banyak wisatawan untuk berkunjung ke Bali.
“dan itu sebenarnya promosi gratis, kita tidak usah kemana-mana itu, mereka yang datang kok, Cuma harus dilayani dengan baik, ini adalah arena MLM, bukan multi level marketing, mulut lewat mulut marketing, bayangkan berapa puluh ribu orang yang datang ke Bali, kita harus layani mereka dengan baik” papar Made Mangku Pastika.
Made Mangku Pastika mengungkapkan pelayanan yang baik bagi para delegasi akan memberikan kesan baik dan akan dipromosikan secara langsung oleh para delegasi di negaranya. Promosi dari mulut ke mulut yang dilakukan oleh para delegasi APEC di negaranya tentunya akan lebih dipercaya. Berbeda dengan promosi melalui film dan media promosi lainnya yang dapat direkayasa.(mlt)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 540 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 508 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 369 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 315 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun