Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Tak Punya Uang, Bayi Hydrocepalus Dirawat Di Rumah
Negara
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com. Negara. Nasib malang yang dialami Amanda Nurilma, bayi yang baru berusia 6 bulan asal Dusun Kombading Desa Pengambengan, Negara yang menderita kepala membesar (hydrocepalus) sejak berumur 4 bulan ini terpaksa dirawat kedua otang tuanya di rumah karena berpenghasilan pas-pasan.
Keterbatasan biaya membuat orang tua bayi tersebut Amad Budiman (50) dan Nurhayati (38) harus merawat putri keduanya tersebut dirumahnya. Hingga berusia 6 bulan Amanda Nurilma hanya dirawat dirumahnya sendiri. Bahkan bayi tersebut dibawa orang tuanya menumpang di rumah kakaknya Alimijan di Banjar Air Anakan Desa Banyubiru, Negara sudah sebulan. Hal ini dimaksudkan untuk memperlancar akses berobat jika anaknya sakit.
Kondisi kepala Amanda kini kian membesar dan terkadang menangis kesakitan. Tidak sanggup melihat buah hatinya menderita, saat itu orang tuanya sempat membawa ke RSU Negara. "Kepalanya mulai membesar sejak berumur empat bulan, saya gak tau penyakitnya apa. Lalu saya bawa ke rumah sakit untuk diperiksa, dan diberikan surat rujukan untuk dikirim ke rumah sakit sanglah," jelas Nurhayati ibu bayi malang ini ditemui dirumah kakaknya.
Pihak rumah sakitpun memberikan pengobatan dan memberikan rujukan ke rumah sakit Sanglah untuk dioperasi dengan menggunakan biaya JKBM.
Setelah di rumah sakit umum Sanglah, pihak rumah sakit menjelaskan jika biaya yang ditanggung JKBM hanya biaya operasi dan kamar saja, sedangkan untuk biaya obat dan pembelian selang tidak ditanggung JKBM. Menurut Nurhayati, dirinya tidak tau jika biaya pengobatan dan pembelian selang tidak ditanggung, sehingga dirinya menundan untuk operasi anaknya tersebut," saya diminta untuk menyediakan uang 20 juta untuk pengobatan dan membeli selangnya, sedangkan yang ditanggung hanya biaya penindakan dan kamar saja," imbuhnya.
Nuhayati juga mengaku jika anaknya sebenarnya sudah menjalani operasi Senin (2/9) lalu. Akibat tidak punya biaya akhirnya operasi tersebut ditunda.
Amanda Nurilma yang lahir 7 Maret 2013 lalu kini hanya bisa terbaring tak berdaya akibat penyakit yang dideritanya. Akibat mahalnya biaya tambahan operasi yang tidak menjadi tanggungan JKBM membuat orang tuanya merawat sendiri dirumah dengan keterbatasan biaya pengobatan. Sebagai buruh angkut ikan orang tuanya hanya bisa berdoa dan berharap ada bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban biaya operasi anaknya tersebut.(Jsp)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7770 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan