Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Soal Sprindik KPK, Jero Wacik Nilai Politis
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik menilai sarat muatan politis atas beredarnya sprindik KPK yang menyatakan jika dirinya menjadi tersangka.
Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat itu juga bersikukuh dan membantah keras dirinya terlibat dalam kasus SKK Migas.
"Jadi, kalau ada yang mengait-ngaitkan ke saya itu politik. Inilah politik. Arahnya jelas politik. Jadi, mari kita biarkan saja," ujar Wacik di Denpasar, saat dimintai tanggapan soal dugaan bocornya spindik KPK, Jumat (6/9/2013).
Terkait penemuan sejumlah uang di ruangan dan laci di kantornya, wacik sekali lagi menepisnya dan beralasan tidak mengetahui hal tersebut. Ketika sejumlah awak media menemuinya di Universitas Mahendradatta Denpasar, ia justru mencontohkan jika di laci kamar rektor maupun laci tidak ada yang tahu.
"Di kamarnya rektor, di laci-lacinya, ada apa kan kita tidak tahu ya. Tidak mungkin kita tahu," tuturnya.
JW sapaan akrab Jero Wacik justru mengaku kaget atas temuan KPK itu. Yang membuat ia semakin heran setelah diketahui uang yang diterimanya dalam bentuk dolar, dan bukan pecahan rupiah.
"Setelah dikasih tahu saya kaget, bahwa itu uang dollar. Saya pikir uang rupiah," dalihnya.
Wacik mengutarakan jika ia tidak suka urusan hukum ditarik ke ranah politik.
"Saya sebenarnya tidak setuju masalah hukum dibelokkan ke politik. Ini politik. Siapa yang memainkan itu saya tidak tahu, kamu selidiki sendirilah," pungkasnya. (dws)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3300 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 774 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 712 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman