Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
4 Artefak Emas Yang Dicuri Peninggalan Mataram Kuno
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Perwakilan dari Direktorat Kebudayaan Republik Indonesia, Kacung Marijan mengatakan, empat artefak emas Museum Nasional atau Museum Gajah yang hilang merupakan benda bersejarah peninggalan dari kerajaan Mataram kuno.
"Ada kabar buruk di Museum Nasional, empat koleksi berupa lempeng emas temuan abad 18 oleh Belanda yakni peninggalan Mataram Kuno dibuat abad ke-10 masehi hilang," kata Marijan di Museum Gajah, Kamis (12/9/2013), seperti dilansir inilah.com.
Marijan menjelaskan, benda pertama yang hilang yaitu lempeng naga mendekam berinskipsi, panjang 5,6cm lebar 5cm lemari asal 1 nomor inventarisir 783B. Kemudian, lempeng bulan sabit beraksara berukuran panjang 8 cm, lebar 5,5 cm. Ketiga, wadah bentuk cepuk berututup diameter 6,5cm, tinggi 6,5 cm. "
Ini peninggalan Kerajaan Mataram Kuno abad 10 tempat temuan Jalatunda Jawa Timur. Sedangkan, keempat itu lempeng harihara panjang 10,5 cm lebar 3,5 cm. Ini lebih muda akhir abad ke-11 ditemukan di Belahan Jawa Timur," jelasnya.
Ia menjelaskan, keempat benda koleksi itu ada di ruang koleksi khasanah lantai 2 gedung lama dimana selain koleksi empat benda yang hilang juga ada koleksi benda-benda cagar budaya lain terbuat dari perak, sebagian besar emas. [bbn]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7770 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5631 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan