Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Panitia Siapkan Landasan Helikopter Untuk Obama
badung
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Nusa Dua. Presiden Amerika Serikat Barrack Obama direncanakan akan hadir dalam KTT APEC di Bali 1-8 Oktober. Landasan helikopter pun dibangun di kawasan pelaksanaan KTT.
"Sesuai dengan syarat standar untuk pengamanan presiden Obama, jadi itu harus ada," ujar Kepala Operasional BTDC, Nyoman Cakra, Jumat (27/9/2013).
Pengelola Bali Tourism Development Corporation (BTDC), saat ini sedang membangun landasan helipad tersebut. Bahkan disebut-sebut landasan itu merupakan yang terbesar di Indonesia.
Landasan helipad terbesar di Indonesia itu dibuat dengan ukuran diameter 46,5 meter atau 52,5 meter di Pulau Peninsula. Helipad itu juga dilengkapi dengan akses ke semua hotel yang dipergunakan saat APEC nanti.
"Secara umum kita siapkan untuk landasan Helikopter Chinook 407d. Itu yang terbesar di Indonesia. Semua dibuatkan akses ke masing-masing hotel," imbuhnya.
Sementara itu, Putu Hendra Santikan, dari bagian Perencanaan BTDC menjelaskan, landasan helipad itu dikerjakan oleh kontraktor PT Karya Nirmala. Pengerjaannya memakan waktu sekitar 2 bulan. Nantinya, hanya tamu negara VVIP yang akan menggunakan landasan tersebut. (bbn/dev)
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2267 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2010 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1927 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1787 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun