Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Rusia Kecewa Obama Batal ke Bali
moskow
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Moskow. Pusat pemerintahan Rusia, Kremlin, menyuarakan kekecewaannya pada Jumat (4/10/2013) atas pembatalan kunjungan Presiden AS Barack Obama ke KTT APEC di Bali pekan ini.
Tadinya Obama menyatakan tetap datang ke KTT APEC, meskipun batal ke Malaysia. Bahkan Obama sudah dijadwalkan akan meninggalkan Bali pada Sabtu (5/10/2013) untuk menghadiri KTT Asia Timur di Brunei, tulis RIA Novosti, Jumat (4/10/2013).
Padahal Presiden Vladimir Putin sudah menyediakan waktu bertatap muka dengan Obama di Bali, namun jadwal pertemuan itu dengan sendirinya batal karena Obama masih berkutat dengan urusan “government shutdown” di Amerika Serikat.
Obama tetap tinggal di Washington setelah Kongres AS tak sepakat dengan anggaran belanja yang diajukan pemerintah Obama untuk menjalankan roda pemerintahan yang mulai berlaku pada 1 Oktober. Pemerintah terpaksa menutup sebagian kantor-kantor dan layanan-layanan publik (government shut down) untuk waktu yang tidak ditentukan.
Republiken ingin rancangan undang-undang anggaran belanja ini diganjal supaya undang-undang kesehatan yang baru yang sudah disahkan DPR (House of Representative), dikenal sebagai Obamacare, mejan tak bisa dilaksanakan pada Selasa kemarin.
Juru bicara Presiden Putin, Dmitry Peskov mengatakan, “sangat disesali pertemuan ini tidak terjadi, padahal hubungan bilateral kedua negara sedang di tidak bagus dan perlu dilakukan dialog berkelanjutan.”
“Tetapi kita paham situasi yang berkembang di AS sekarang,”ujar Peskov. “Kita berharap situasi ini bisa diatasi,” tambahnya.
Obama digantikan Menlu John F.Kerry yang kemungkinan besar kembali bertemu dengan Menlu Rusia Sergei Lavrov.
Obama membatalkan rencana pertemuan “one-on-one”, alias empat mata, dengan Putin pada KTT G20 di St.Petersburg, Rusia, September kemarin. Pertemuan empat mata ini diharapkan memecahkan hubungan AS-Rusia yang mulai dingin, seperti awal Perang Dingin dulu. [bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan