Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
11 Kepala Negara Tiba, Ngurah Rai Tutup 10 Jam
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Badung. Sebelas kepala negara dijadwalkan tiba di Bali Minggu (6/10/2013). Dengan kedatangan para kepala negara untuk menghadiri KTT APEC, Bandara Internasional Ngurah Rai Bali akan ditutup selama 10 jam, mulai pukul 10.00 Wita-20.00 Wita
Sebelas kepala negara yang tiba di Bali hari ini yaitu Peru, Philippines, New Zealand, Thailand, Korea Selatan, Brunei, Australia, Jepang, Malaysia, Canada, dan Vietnam.
"Selama penutupan 10 jam itu bandara Ngurah Rai tidak akan melayani penerbangan komersil domestik maupun internasional," ujar Public Relation PT Angkasa Pura I Ngurah Rai, Bali, Sherly Yunita dalam keterangannya, Minggu (6/10/2013).
Menurut Sherly, selama penutupan itu bandara Ngurah Rai Bali hanya diperuntukkan untuk kedatangan tamu VVIP atau kepala negara. "Rentang satu jam, pesawat yangditumpangi kepala negara akan tiba dan mendara di Bandara Ngurah Rai," jelasnya.
Sementara itu, pengamanan dilokasi perhelatan KTT APEC semakin diperketat dan berbeda dengan hari sebelumnya yang sedikit longgar. Hari ini setiap orang maupun kendaraan yang memasuki kawasan BTDC Nusa Dua diperiksa petugas secara berlapis baik diluar hotel maupun di dalam hotel menggunakan alat pendeteksi atau metal detector. [dws/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 466 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 367 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 310 Kali
KPU Bali Temukan Ribuan Data Pemilih Belum Sinkron
Dibaca: 226 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun