Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 10 Agustus 2026
Perseteruan Jimly-Mahfud MD Perburuk Citra MK
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com. Jakarta. Anggota Komisi III DPR Gede Pasek Suardika menilai, perseteruan antara mantan dua mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie dan Mahfud MD memperburuk citra MK.
"Dua guru besar yang akhirnya kelihatan kecil, karena tidak tampil dengan jiwa intelektual dan kenegarawanan dalam menjawab masalah kebangsaan," ujar Pasek, di Gedung DPR, Senayan, Kamis (10/10/2013).
Dia juga menilai jika kedua tokoh itu saling berseteru soal kasus-kasus MK saat kepemimpinan masing-masing, akan memperjelas status keduanya soal komitmen mereka dalam memperbaiki MK pasca kasus penyuapan Ketua nonaktif MK Akil Mochtar.
"Saran kami, kurangilah kesan psywar dan konflik pribadi di panggung masalah kenegaraan. Mari teduhkan diri, lakukan pembenahan bersama tanpa harus saling mempermalukan. Kasihan rakyat jadi bingung nanti mencari tokoh panutan," tandas politikus Partai Demokrat itu.
Pasek menambahkan, jika mereka memiliki data soal adanya penyelewenangan atau permainan kasus di MK saat mereka menjadi ketua sebaiknya langsung diserahkan ke penegak hukum.
"Masalah hukum bawa ke penegak hukum, masalah pendapat mari wacanakan di publik sebagai bagian dari tradisi keilmuan," tandasnya.[bbn/inilah.com]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4436 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2083 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1550 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1008 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 939 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun