Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Posisi Matahari Di Atas Bali, Penyebab Cuaca Panas
denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Suhu udara di Pulau Bali belakangan ini sangat panas. Kondisi ini cukup mengganggu aktivitas sebagian warga Bali.
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika ( BMKG) Wilayah III Denpasar, Wayan Suardana menjelaskan, saat ini matahari tengah bergerak ke arah selatan. Saat ini, jelas dia, posisi geografis matahari tepat berada di atas Pulau Bali.
"Oleh sebab itu maka Bali mendapat pemanasan lebih lama dari biasanya," kata Suardana, Sabtu 19 Oktober 2013.
Pemanasan permukaan Bali semakin menjadi manakala terjadi penguapan air pembentukan awan.
"Itu juga menjadi penyebab. Jadilah Bali begitu panas seperti yang kita rasakan," paparnya.
Kendati begitu, ia menyebut hal ini lumrah terjadi tiap tahunnya. Suhu cuaca pun masih di batas normal yakni 32 derajat celcius.
"Ini normal meski panas menyengat. Ini juga namanya angin timur kering," ungkap Suardana.
Menurut Suardana, kondisi panas menyengat ini masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan, sebelum memasuki musim pengujan pada November mendatang.
" Sampai beberapa hari ke depan masih terjadi, hingga akhir Oktober sebelum memasuki musim penghujan pada November mendatang," imbuh Suardana.[bbn/dev]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2775 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2026 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1966 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1799 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun