Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Megawati Malu Ratu Atut jadi Tahanan KPK
jakarta
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menyindir Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah yang kini ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Saat itu Mega mengaku bangga dengan adanya kaum perempuan yang bisa aktif dan sukses dalam karir politiknya, bahkan menjadi kepala daerah seperti Gubernur Banten, Ratu Atut.
Namun Atut kini tersangkut masalah hukum, dan sudah menjadi tersangka yang ditahan oleh KPK.
"Benar perempuan memang ada yang berpolitik, bahkan sampai jadi gubernur. Tapi nggak malu apa kita, dia sekarang masuk tahanan KPK," kata Mega dalam pidatonya saat acara peringatan Hari Ibu yang jatuh di GOR Otista, Minggu (22/12/2013).
Selain itu, putri Presiden RI pertama ini juga membahas bagaimana kaum ibu dan perempuan Indonesia masih lemah dibandingkan kaum laki-laki.
Ia menilai, kaum perempuan belum aktif memperjuangkan hak-haknya.
"Dalam konstitusi tidak disebutkan laki-laki dan perempuan. Tapi dikatakan hak warga negara sama. Tidak dibedakan suku agama juga jenis (di dalamnya)," ungkapnya.
Perempuan juga sangat sedikit yang aktif dalam politik. Kebanyakan dari mereka yang ingin aktif, lanjut Mega, selalu terganjal oleh larangan dari suaminya.
"Nggak bisa, Bu. Saya sebenarnya kepengin, tapi enggak boleh sama suami saya," ujar Megawati menirukan para perempuan yang mengadu kepadanya. [bbn/inilah]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan