Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Bencana Longsor di Kudus Tewaskan 12 Orang
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng menyebutkan 12 orang tewas dalam peristiwa tanah longsor di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, Sabtu (24/1/2014). Dua orang warga saat ini masih dalam pencarian, sementara enam rumah mengalami rusak berat.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan, longsor yang terjadi di Kudus akibat hujan yang terus menerus dan menyebabkan tanah di Perbukitan Dukuh Kembangan, Desa Menawan, Gebog, longsor.
Selain itu hujan yang terus menerus juga menyebabkan banjir di empat kabupaten, yakni Kabupaten Kudus, Jepara, Demak dan Pati. "Akibat banjir, puluhan ribu jiwa terpaksa mengungsi," ungkap Sutopo melalui siaran persnya.
Dia mengemukakan beberapa upaya membantu korban banjir telah dilakukan, termasuk membuka posko serta mendata daerah kabupaten maupun kota yang terkena bencana banjir, serta memberikan bantuan logistik dan perahu karet.
"Saat ini BPBD Kab/Kota bersama TNI, Polri beserta relawan telah melakukan pencarian, pertolongan serta evakuasi terhadap korban bencana," jelasnya.
BNPB, lanjut Sutopo, juga telah mengirimkan tim, guna melakukan kajian cepat dan memberikan bantuan sebesar Rp400 juta kebada BPBD Jawa Tengah.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2940 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2014 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun