Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 20 September 2026
Bandara Buleleng Harus Dilengkapi Infrastruktur Penunjang
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bandara baru di Buleleng harus dilengkapi fasilitas dan infrastruktur penunjang. Karena tanpa dukungan tersebut, Bandara Buleleng tidak akan bertahan lama dan terancam sepi di kemudian hari. Hal ini disampaikan Gubernur Bali, Made Mangku Pastika, saat mendengarkan presentasi dari PT. Pembangunan Bali Mandiri yang memaparkan hasil studi kelayakan (feasibiliy study) atas pembangunan bandara di kawasan Bali Utara, di Wiswa Sabha Pratama, Kamis (3/4/2014).
Pastika mengatakan, untuk pemerataan pembangunan di Bali, baik Bali Selatan dan Utara, tidak hanya membutuhkan pembangunan Bandara saja, namun juga harus dipikirkan fasilitas penunjang di sekitar Bandara.
“Percuma saja kita bangun bandara bagus-bagus, jika penumpang sampai sana tidak mendapatkan apa-apa, dijamin Bandara tidak akan bertahan lama dan akan sepi lagi di kemudian hari. Selain fasilitas pendukung, infrastruktur menuju Bandara juga harus dipikirkan,"ujar Pastika.
Dalam kesempatan itu, Pastika juga mempertegas lagi masalah pendanaan dan operasional Bandara harus jelas dan transparan. Harus dipertegas juga apa yang akan didapat oleh pemprov Bali dengan dibangunnya bandara ini, karena ini menyangkut kehidupan masyarakat Bali.
Pastika berharap, dipilihnya Kubutambahan sebagai lokasi feasibility study bandara oleh PT Pembangunan Bali Mandiri memang benar-benar kompeten secara teknis dan layak, bukan karena ada kepentingan lain dalam proses pemilihan lokasi.
Selain menyinggung soal fasilitas dan infrastruktur penunjang, Pastika menyatakan, pembangunan Bandar Udara di kawasan Bali Utara harus sesuai dengan aspek sosial budaya masyarakat Bali.
Gubernur menegaskan pembangunan bandara di kawasan Bali Utara haruslah memperhatikan adat dan budaya masyarakat Bali, mengingat kehidupan sehari-hari masyarakat tidak pernah lepas dari ritual keagamaan dan adat istiadat yang masih dipegang teguh hingga saat ini.
“Jangan sampai niat baik kita berbenturan dengan norma budaya sehingga menimbulkan permasalahan di kemudian hari. Masyarakat Bali kebanyakan masih menginginkan Bali seperti apa adanya, dan mereka masih takut terhadap dampak pembangunan yang dikhawatirkan dapat membawa perubahan bagi kehidupan mereka. Jadi sebisa mungkin pembangunan bandara ini disosialisasikan dengan jelas kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT. Pembangunan Bali Mandiri, Nur Hasan Ahmad, mengatakan bahwa presentasi kali ini merupakan penyempurnaan dengan hasil FS yang sebelumnya pada tahun 2013 kemarin. Ada banyak perbaikan terutama di bidang sosial budaya masyarakat.
“Hasil (FS) kali ini lebih mengutamakan nilai-nilai budaya dan agama setempat, seperti tidak mengganggu Pura maupun kuburan, tidak sampai merelokasi warga, bahkan pembebasan lahan sangat sedikit, hanya beberapa hektar sawah karena menggunakan lahan nonproduktif di Kubutambahan,” katanya.
Dia menjanjikan bahwa Bandara yang akan dibangun akan bertaraf internasional dan sudah memenuhi segala persyaratan baik dari segi teknis operasi hingga kemanan dan sudah sesuai dengan peraturan pemeritah pusat dan daerah.
"PT. Bali Mandiri bukan investor, hanya melakukan penelitian dan memaparkan kepada kepala daerah. Jika sudah dianggap layak, maka akan dibuka proses tender kepada investor, dan tentu saja proses tender ini akan transparan kepada masyarakat dan pemerintah sehingga masyarkat dan pemerintah tahu keuntungan yang akan didapatnya dari pembangunan Bandara ini,"jelasnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7732 Kali
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5629 Kali
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3527 Kali
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan