Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jelang Coblosan, KPU Denpasar Bakar Surat Suara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Sehari menjelang pemilihan presiden, KPU Kota Denpasar Bali memusnakan puluhan surat suara rusak dengan cara dibakar. Pemusnahan surat suara yang rusak ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecurangan pada pemilu presiden. Pemusnahan surat suara yang rusak ini dilakukan di halaman gedung KPU Kota Denpasar.
Dalam kegiatan ini, KPU Kota Denpasar memusnahkan 29 buah surat suara pilpres yang rusak.
"Dari 417.989 surat suara yang dikirim dari KPU Propinsi Bali, ditemukan 29 buah surat suara yang mengalami kerusakan. Jenis kerusakan antara lain kondisi surat suara yang robek dan serta foto pasangan capres-cawapres yang kabur atau tidak jelas," jelas Ketua KPU Denpasar, Gde John Darmawan,(8/7/2014).
Gde John Darmawan menambahkan, logistik pemilu presiden telah dikirim ke masing-masing desa dan rencananya Selasa sore hingga Rabu pagi besok telah didistribusikan ke masing masing TPS.
KPU Kota Denpasar memastikan logistik pemilu presiden besok 9 Juli tidak akan mengalami kendala.
Kekurangan surat suara sebelumnya telah dikirim oleh KPU Propinsi Bali.
Jumlah pemilih di Propinsi Bali yang terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 2.942.282 pemilih yang akan memilih presiden 9 Juli.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3884 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2828 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2038 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1987 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1804 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun