Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 4 Agustus 2026
Mahasiswa Tolak Kedatangan Bill Clinton
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Ratusan mahasiswa dan pemuda yang mengatasnamakan Gerakan Mahasiswa dan Pemuda anti Intervensi Asing (GEMAPARA) menggelar aksi unjuk rasa menolak kunjungan mantan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton ke Indonesia.
Koordinator aksi Fino Mongkau menerangkan pihaknya mencurigai kedatangan mantan orang nomor satu di Amerika itu karena dikhawatirkan mengganggu independesi KPU dan pihak lainnya untuk memenangkan pasangan Jokowi-JK.
"Ini bukan kunjungan biasa, tapi kunjungan politik yang dapat mengintervensi penghitungan suara pilpres oleh KPU," ujar Fino di depan Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Senin (14/7/2014).
Menurutnya, kunjungan Bill Clinton pada 22 Juli mendatang harus diwaspadai karena sejumlah perusahaan milik Amerika Serikat bermasalah dengan Undang-Undang Minerba.
"Kunjungan Bill Clinton selama sepekan di Indonesia pada saat kondisi politik sedang memanas tentunya perlu diwaspadai karena jangan sampai negara kita ini bisa didikte kepentingan AS," terangnya.
GEMAPARA menolak kedatangan Bill Clinton, yang diduga akan melakukan intervensi langsung terhadap hasil pemilu presiden.
"Pemerintah harus tegas menolak segala bentuk intervensi asing dalam bentuk apapun dan negara darimana pun," ujarnya.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 817 Kali
Pengedar Narkoba di Denpasar Ditangkap, 5 Senpi Disita
Dibaca: 746 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 565 Kali
Harga Pertamax Series Turun Mulai 1 Agustus, Ini Rinciannya
Dibaca: 387 Kali
Bali Siaga Kekeringan, Buleleng-Jembrana Diprediksi Terdampak
Dibaca: 330 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun