Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Polri Ringkus Otak Penyelundupan BBM di Batam
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Bareskrim Polri menangkap salah seorang kelompok penyelundupan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang melibatkan pegawai negeri sipil (PNS) di Batam. Direktur Tindak Pindana Ekonomi Khusus (Eksus) Bareskrim Mabes Polri Brigjen Kamil Razak mengatakan salah seorang yang ditangkap adalah otak penyelundupan BBM bersubsidi.
Dia adalah Ahmad Mahbub yang ditangkap pada Sabtu (6/9/2014), pukul 00.30 WIB di lobi Hotel Crown Plaza, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat. "AM pada Minggu berhasil ditangkap. Ini adalah pelaku utama," ujar Kamil di Kantor PPATK, Jalan H Juanda, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2014).
Dia menjelaskan tertangkapnya AM merupakan hasil pengembangan penyelidikan Polri dari tertangkapnya salah seorang PNS di Batam yang memiliki rekening gendut sebesar Rp1,3 triliun bernama Niwen Khaeriyah (NK).
Polri sendiri meminta bantuan PPATK untuk menelusuri aliran dana NK. Hasilnya PPATK menyerahkan laporan hasil analisisnya (LHA) yang kemudian dijadikan bahan penyelidikan Polri.
"Penyelidikan itu patut dicurigai adanya tindak korupsi ilegal BBM, dari situ kita kembangkan jadi empat laporan, kami menetapkan lima tersangka," katanya.
Dalam penangkapan AM, lanjut dia, Polri berhasil mengamankan beberapa barang bukti berupa kapal milik AM yang berada di perairan Batam, sebuah ruko, alat-alat berat, mobil, sertifikat tanah, dan beberapa bangunan di lima lokasi.
"Kemudian satu bidang tanah di Pekanbaru senilai Rp275 juta. Satu unit mobil Chevrolet, satu mobil Honda CRV, Toyota minibuss, colt diesel ada empat. Ekskafator ada dua, dan dokumen bank rekening kami sudah blokir," katanya.
Beberapa tersangka lainnya yang sudah diamankan adalah YS (pegawai pertamina), DN (pengusaha), NK (PNS Batam), AM (otak kejahatan dan pengusaha), AA (pegawai lepas).
"Total keseluruhan nilainya kami belum dapat, karena kami harus minta bantuan dari ahli di BPK," katanya.
Sebelumnya, Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi Keuangan (PPATK) kembali mengumumkan rekening gendut yang berisi uang triliunan rupiah milik pegawai negeri sipil.
Kali ini rekening mencurigakan itu adalah milik seorang pegawai negeri pemerintah daerah di luar Pulau Jawa yang jumlahnya mencapai Rp1,3 triliun.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang