Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
88.557 Jenis Obat-obatan Dimusnahkan BBPOM Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar, hari ini Jumat (19/9/2014) musnahkan bahan dan jenis obat-obatan yang mengandung kimia. Barang bukti yang dimusnahkan dengan cara di bakar itu merupakan hasil sitaan dari tahun 2013 hingga sekarang yang berjumlah 88.557 item.
Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Denpasar, Endang Widowati, menyatakan pemusnahan ini dilakukan setelah melalui hasil uji lab yang menunjukkan seluruhnya mengandung bahan kimia.
"Seluruh sitaan yang dibakar terkumpul ada enam buah mobil pickup. Ini hasil gabungan dari berbagai daerah di Bali,” Kata Endang yang didampingi perwakilan Badan Narkoba Nasional (BNN) Provinsi Bali dan perwakilan Direktorat Narkoba Polda Bali.
Menurut Endang, jenis barang sitaan yang dimusnahkan ini paling banyak adalah jenis kosmetik berbahan bahaya kimia. Secara simbolis pemusnahan, jelas Endang, dilakukan di Kantor BBPOM Denpasar, sementara barang bukti sitaan lainnya akan di musnahkan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.
"Untuk benda yang tidak dapat dimusnahkan dengan cara dibakar, kita bawa ke TPA Suwung untuk dimusnahkan,” pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2798 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1973 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun