Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
Che Guevara dan Hugo Chavez Jadi Merk Parfum
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Revolusi seakan tidak pernah memberi tempat kepada produk kapitalisme. i Rusia, belum ada jeans bermerk Lenin atau Stalin. Juga belum ada mobil mewah bermek Marx. Di Kuba, sebuah perusahaan parfum menggunakan nama Ernesto dan Hugo sebagai merk produk-nya.
Ernesto mengacu pada Ernesto 'Che' Guevara. Hugo merujuk pada Hugo Chavez. Yang satu adalah tokoh revolusioner Amerika Selatan. Lainnya pemimpin Venezuela.
Granma, harian Partai Komunis Kuba, perusahaan parfum itu juga menggunakan potret kepala Che Guevara dan Hugo Chavez sebagai logo produk.
Saat promosi, orang-orang mengenakan t-shirt merah bergambar kepala Che dan Chavez berbaris di jalan-jalan, mirip aksi demo kelompok kiri. Sebagian orang Kuba bersikap biasa saja, lainnya naik pitam dan memprotes.
Mereka menyebut produsen parfum, yang ternyata BUMN, tidak menghargai Che dan Chavez. Bagi rakyat miskin Amerika Latin, Che tidak ubahnya 'santo' dan Chavez adalah figur impian.
Granma menulis yang tidak diperhitungkan produsen parfum adalah Fidel Castro masih hidup, dan menghabiskan sepertiga usianya berjuang bersama Che merevolusi Kuba.
"Kami akan mengambil tindakan disiplin kepada produsen parfum," ujar komite eksekutif Dewan Menteri Kuba. "Inisiatif bisnis seperti ini tidak akan pernah diterima pemerintahan revolusioner."
Che, yang berasal dari Argentina, tewas tahun 1967 saat mencoba menyulut pemberontakan sayap kiri di Bolivia.
Bukan kali pertama perusahaan-perusahaan internasional berusaha memanfaatkan wajah terkenal Che sebagai logo produk; band rock, merk mobil, dan lainnya. Pemerintah Kuba, dan gerakan kiri Amerika Latin selalu menentang.
Khusus Chavez, pemerintah Kuba melihatnya sebagai sahabat seumur hidup. Chavez memasok jutaan barel minyak ke Kuba. Ia juga mengadopsi sosialisme cita rasa Kuba di Venezuela, yang berujung pada nasionalisasi paksa perusahaan minyak asing.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan