Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Manfaatkan Serat Ijuk dan Daun Kamboja, Siswi SMP 3 Denpasar Rancang Peredam Suara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Membuat peredam suara tidak harus dengan biaya hingga puluhan juta rupiah. Membuat peredam suara dapat dilakukan dengan bahan yang tersedia di alam. Termasuk menggunakan sampah daun kamboja. Hal ini dibuktikan oleh siswi SMPN 3 Denpasar Ni Kadek Andya Kusuma Sari.
“Ide menggunakan sampah daun bunga kamboja berawal dari melihat sampah daun bunga kamboja yang berserakan cukup banyak setiap hari di rumah” kata siswi kelahiran 31 Maret 2000.
Putri pasangan Drs. I Wayan Santa Adnyana, M. Ag dan Dra. Ni Ketut Latri mengatakan, membuat peredam dengan sampah daun kamboja dan serat ijuk merupakan penelitian lanjutan.
Sebelumnya telah dicoba merancang peredam suara dengan campuran daun bunga kamboja, semen dan pasir.
“Penelitian lanjutan ini salah satu tujuanya adalah Untuk mengetahui kekuatan biokomposit dan efektifitas biokomposit sebagai media peredam bising/suara dari kombinasi sampah daun Kamboja (Plumeria acuminata) dan serat Ijuk (Arenga pinnata Merr),” ujar siswi yang tinggal di Jln. Dewi Sri no: 9, Batubulan, Gianyar.
Andya Kusuma mengungkapkan Eksperimen penelitian dilakukan dengan 3 tahap yaitu, pembuatan komposit peredam bising, uji efektifitas peredam bising, uji kekuatan komposit.
Dimana penelitian dilaksanakan di Pusat Penelitian Biomaterial LIPI Cibinong Bogor dan Laboratorium Elektronika Departemen Fisika FMIPA IPB Dramaga Bogor pada tanggal 13 September-11 Oktober 2014. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen.
Finalis ISPO 2014 memaparkan berdasarkan hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa Kombinasi sampah daun kamboja dan serat Ijuk dengan penambahan lem melamin formaldehida terbukti dapat dijadikan sebagai biokomposit peredam bising.
Biokomposit dengan perlakuan kombinasi sampah daun kamboja serta penambahan lem melamin formaldehida 6 % atau 10 % merupakan perlakuan yang memiliki kekuatan terbaik yaitu mengandung kadar air AD 70 % (11,15 %), pengembangan Tebal yaitu 24,76 % (BD 70%), MEL yaitu 8231,14 kgf/cm2 (BD 70 % ), KP 50.70 kgf/cm2 (BD 70 %) dan KRI yaitu 1.19897 kgf/cm2 (BD 70 %).
Selain itu, Efektifitas biokomposit dari kombinasi sampah daun kamboja dan serat Ijuk dalam meredam bising/suara yang terbaik adalah pada perlakuan kombinasi sampah daun kamboja sebesar 50 % dan serat ijuk sebesar 50 % serta penambahan lem melamin formaldehida 6 %.
Siswi yang sebelumnya juga melakukan penelitian tentang pengolahan limbah bunga kamboja sebagai aromaterapi ruangan ini berharap penelitianya dapat bermanfaat.
Selain itu memberi nilai ekonomis, sehingga masyarakat mendapatkan alternatif bahan alam ketika hendak membuat peredam suara.
Penelitian ini juga diharapkan memberi solusi alternatif dalam penanganan sampah daun kamboja.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan