Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Jelang MEA, Gubernur Pastika Khawatir SDM Bali Kalah Saing
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 mendatang, Gubernur Bali, Made Mangku Pastika menyatakan jika tenaga kerja Indonesia terutama Bali bisa kalah bersaing dengan tenaga kerja luar negeri.
Pastika menuturkan jika kekhawatirannya tidak berlebihan, mengingat negara-negara lain telah mempersiapkan diri dengan baik, seperti misalnya negara Filipina.
"Mereka orangnya putih, bersih, bahasa Inggrisnya jago," ujar Pastika saat memberi sambutan pada Rapat Koordinasi Bidang Pelatihan dan Produktivitas (Lattas) di Denpasar, Rabu 13 November 2014.
Pastika memprediksi negara yang akan bersaing ketat dengan Indonesia adalah Filipina, Thailand dan Myanmar. Di sektor moda transportasi contohnya, mantan Kapolda Bali itu khawatir sopir-sopir taksi di Bali akan tersingkir dalam persaingan jika MEA mulai diberlakukan.
"Saya khawatir kalau kita tidak memperkuat keahlian dan skill, maka kita akan tertinggal. Sopir taksi, perawat bisa digeser oleh orang Filipina. Mereka bersih, bahasa Inggrisnya bagus," ungkapnya.
Pastika menuturkan jika di Rumah Sakit Mounth Elizabeth Singapura, hampir 70 persen perawatnya berasal dari Filipina. Untuk itu, ia berharap tenaga kerja saat ini untuk segera berbenah diri.
"Satu pun tidak ada dari Indonesia. Itu bukti kita kalah persaingan global. Kalau tidak berbenah, saat MEA nanti bisa lebih banyak lagi pengangguran di Bali," tegasnya.
Saat ini, sambung Pastika, tingkat pengangguran di Bali melonjak dari 1,3 persen di awal tahun menjadi 1,9 persen pada akhir tahun 2014. Selama ini, Bali tak hanya menampung tenaga kerja lokal saja, namun juga dari luar Bali yang kini menjadi permasalahan tersendiri bagi Bali.
"Bali ini tempat mencari kerja. Ada dari NTT, Jatim, Jateng, Sumatera. Kami menyediakan lapangan kerja yang luar biasa besar kepada Indonesia.
Tapi saya khawatir mereka kalah bersaing tahun depan. Permasalahan di Bali itu soal tingginya angkatan kerja dan migrasi tenaga kerja," pungkasnya.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2803 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun