Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Menkopolhukam : KPK-Polri Seperti Anak-Anak
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno meminta kepada pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri jangan bertindak seperti anak-anak.
Ditambah lagi dengan statemen saling memanasi dari Ketua KPK Abraham Samad usai menemui Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jumat (23/1/2015) kemarin.
"Itu suatu sikap pernyataan yang kekanak-kanakan, berdiri sendiri dia, kuat dia, konstitusi yang akan mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu. Konstitusi yang akan mendukung," kata Tedjo di Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2015).
Dia menyarankan agar kedua pimpinan lembaga, berkomentar saling menyejukkan dan tidak memancing kekisruhan. Sebaiknya kata dia, komentar-komentar bernada panas menjadi konsumsi internal kedua lembaga.
"Jangan membuat statement menjadi panas tetapi pergerakan massa masih ada. Jangan semua (komentar) di depan media, tertutup silahkan, seperti itu tidak baik. Kekanak-kanakan," tukasnya.
Konflik KPK-Polri Jangan Libatkan Institusi
Kisruh antara KPK-Polri bisa dikategorikan sebagai cicak vs buaya jilid II. Bahkan kirus kali ini dinilai lebih dahsyat dari kekisruhan yang terjadi sebelumnya.
Demikian disampaikan pengacara Todung Mulya Lubis, menanggapi penetapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sebagai tersangka oleh Bareskrim Mabes Polri. Ia menyebut penatapan itu bisa menjadikan KPK lumpuh dalam upaya pemberantasan korupsi.
"Kali ini jauh lebih dahsyat karena bukan hanya mempertentangkan KPK versus Kepolisian, padahal sebenarnya tak ada masalah secara institusional," kata Todung di Gedung KPK, Jakarta, Sabtu (24/1/2015).
Menurutnya, penetapan Bambang Widjojanto sebagai tersangka akan berdampak serius kepada KPK. Sebab, cepat atau lambat Bambang akan diberhentikan sebagai pimpinan karena status tersangkanya.
Dia berharap tidak akan ada lagi masalah yang akan menimpa Pimpinan KPK lainnya. Sebab, kata Todung, kedepan upaya pemberantasan korupsi masih harus dilakukan. "Dengan 3 pimpinan, KPK akan sangat sulit melakukan pekerjaan-pekerjaan penyidikan, penuntutan, kasus-kasus korupsi secara lebih produktif," ujarnya.
Selain itu, usai menjadikan Bambang sebagai tersangka dalam dugaan kasus saksi palsu di Mahkamah Konstitusi, kini pimpinan KPK lainnya Adnan Pandu Praja juga dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh perusahaan pengelola hasil hutan PT Daisy Timber di Berau, Kalimantan Timur, dalam kasus dugaan perampokan saham. Belum ada penjelasan dari Bareskrim Polri maupun Adnan atas laporan tersebut.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3878 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2375 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1792 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun