Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Militer Inggris Bentuk Brigade Media Sosial
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Militer Inggris berencana membentuk brigade media sosial, yang secara khusus menggunakan taktik psikologis untuk melawan propaganda ekstremis.
BBC.co.uk, Sabtu (31/1), melaporkan Brigade 77, demikian nama prajurit medsos ini, akan berbasis di Hermitage, Berkshire, dan secara resmi mulai bertugas April 2015
Jenderal Sir Nick Carter, kepala AD Inggris, mengatakan unit -- terdiri dari cadangan dan reguler -- akan memainkan peran penting yang membuat Inggris mampu berperang di era informasi. "Unit ini lebih dari sekadar kemampuan tradisional," ujar Carter.
Tindakan seseorang di medan pertempuran, menurut Carter, dapat dipengaruhi oleh media sosial. Inggris, katanya, menarik pelajaran dari operasi di Afghanistan.
Anggota Brigade 77 terdiri dari prajurit Angkatan Laut, Angkatan Udara, dan Angkatan Darat Kerajaan Inggris. Mereka akan mencari cara baru yang memungkinkan warga sipil melayani rekan-rekan militer mereka.
"Warga sipil dengan ketrampilan di media sosial akan bekerja sama dengan pasukan reguler dan cadangan, mengirim pesan ke saja di dunia untuk menenangkan hati dan pikiran," demikian Jonathan Beale, koresponden BBC.co.uk melaporkan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun