Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Kerusuhan Sepakbola di Kairo, 40 Tewas
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Sedikitnya 40 orang tewas akibat berdesakan di stadion, setelah polisi bentrok dengan fans sepakbola dan menembakan gas air mata ke kerumunan yang menyerbu gerbang stadion sepakbola, Minggu (8/2/2015).
Pihak keamanan Mesir semula menyebut korban tewas 22 orang. Laporan dari rumah sakit lokal, dan Al Ahram Online, mengatakan korban tewas mencapai 30 orang.
Kantor berita MENA memberitakan seluruh mayat dipindahken ke kamar jenazah RS Kairo. Lebih 25 orang terluka, dan masih dirawat.
Kabar terbaru yang dilansir Aljazeera menyebutkan sepuluh korban luka menemui ajalnya di rumah sakit, dan menambah jumlah korban tewas menjadi 40. Situs lain memperkirakan korban masih akan terus bertambah, karena beberapa korban luka dalam keadaan kritis. "Mereka meninggal akibat mati lemas dan terinjak setelah gas air mata dilepaskan," ujar salah satu sumber di RS Ahli Bank, yang menerima 14 mayat.
Pemerintah Mesir menghentikan Liga Primer Mesir untuk jangka waktu tak terbatas. Pemerintah juga menyalahkan fans, yang gagal mematuhi prosedur keselamatan dan kerap memaksa jalan kaki ke stadion.
Ksatria Putih, kelompok fans ultras Zamalek SC, mungkin yang paling brutal. Mereka memprovokasi bentrok fisik dengan kepolisian Mesir ketika mencoba menghadiri pertandingan tanpa tiket.
Mereka mencoba menerobos gerbang stadion, tapi tertahan polisi. Mereka terus memaksa, sampai akhirnya polisi melepas gas air mata.
"Fans Zemalek mencoba masuk stadion, dan merusak properti publik. Kami harus mencegah mereka, karena mereka akan melakukan pengrusakan di dalam stadion," demikian pernyataan Kementerian Dalam Negeri Mesir.
Ini bukan kerusuhan sepakbola terburuk yang pernah terjadi di Mesir. Tahun 2012, 72 orang tewas dan 500 lainnya luka-luka dalam kerusuhan di Stadion Port Said. Pemerintah Mesir melarang pertandingan sepakbola disaksikan penonton, dan larangan itu secara resmi berakhir pekan ini.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2947 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2016 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun