Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Senin, 27 Juli 2026
Pembantaian Anjing, Warga Asing Ancam Tidak Kunjungi Bali
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Upaya penanganan anjing liar dan pembantaian anjing di Bali untuk dijual di warung RW, kembali mendapat sorotan warga negara Asing. Jika pembantaian anjing di Bali terus dilakukan, warga asing mengancam tidak akan mengunjungi Bali.
Protes ini antara lain disampaikan Laurent Simonpietri, warga Prancis yang beralamat 77220 Gretz-Armainvilliers, Prancis.
Dalam surat elektroniknya ke beritabali.com, Laurent antara lain menyoroti penanganan anjing liar di Bali yang dinilai brutal dan tidak memperhatikan hak-hak perlindungan binatang.
"Di satu desa saja pada bulan Desember terdapat 99 anjing yang diracun. Akhir Januari, ada anjing yang sehat dan sudah divaksin ditembak di Pantai Kuta jam 3 pagi. Warga dan turis sangat menyayangi anjing tersebut dan mereka merasa kecewa dan sedih," ujar Laurent dalam emailnya (13/2/2015).
Laurent mendesak Pemerintah Bali agar bekerjasama dengan organisasi perlindungan binatang dan spesialis kesehatan manusia dan binatang, agar ada solusi penanganan rabies yang berkelanjutan di Bali.
Dalam emailnya, Laurent juga menyoroti pembantaian anjing di Bali untuk konsumsi di warung RW atau warung yang menjual menu daging anjing. Di Bali sendiri diperkirakan terdapat sekitar 70 warung yang menjual menu daging RW.
"Anjing-anjing tersebut dibantai secara brutal untuk kemudian diolah menjadi makanan di warung RW. Bahkan ada yang dicuri dari rumah pemiliknya. Anjing-anjing ini kemudian dikuliti dan direbus, bahkan saat mereka masih hidup,"ujarnya.
Laurent menyatakan, selama Pemerintah Indonesia membiarkan praktek-praktek pembantaian terhadap anjing, maka ia tidak akan berkunjung ke Indonesia. "Selama praktek barbar di luar batas kemanusiaan ini tetap berlangsung, saya tidak akan pergi berkunjung ke Indonesia," ujarnya.
Terkait hal ini, Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyatakan, jumlah anjing liar menjadi masalah serius di Bali saat ini. Saat ini terdapat 500 ribu anjing termasuk anjing yang dirawat dan hidup liar. Sementara jumlah penduduk Bali tercatat 4 juta jiwa.
"Keputusan eliminasi terpaksa diambil karena banyaknya anjing liar di Bali, ini untuk mencegah munculnya wabah rabies di Bali. Warga Bali agar merawat anjingnya dengan baik, anjing liar yang tidak diurus, kita eliminasi saja," ujar Pastika, belum lama ini.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3871 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 1985 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1853 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1753 Kali
Penembakan di Klub Malam Canggu, Dua Orang Terluka, Pelaku Diburu
Dibaca: 1533 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun