Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
200 Paus Pilot Terdampar di Pantai Selandia Baru
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Lebih 200 paus pilot terdampar di pantai Selandia Baru, yang terkenal sebagai perangkap mematikan bagi mamalia laut. Dua lusin dari jumlah itu, Jumat (13/2), mati ketika penyelamat berupaya mengangkat paus-paus itu dan melepaskannya ke laut lepas.
Andrew Lamason, pengelola kawasan dari Departen Konservasi Selandia Baru, mengatakan paus-paus itu terdampar di Pantai Farewell Spit, di ujung pulau selatan Selandia Baru.
Pekerja koservasi, termasuk dari Noah Project, berusaha menyelamatkan paus-paus itu saat air laut pasang tinggi. "Re-float, atau mengapungkan kembali, paus adalah pekerjaan sulit dan berbahaya," ujar Lamason.
Selain Noah Project, Johan Project memiliki 140 relawan di Golden Bay, dan terlatih menyelamatkan paus terdampar. Pakar kelautan mengatakan tugas penyelamatan ini akan memakan waktu berhari-hari, karena banyaknya paus terdampar.
Paus Pilot, atau catacean, terdampar di pantai adalah fenomena umum di Farewell Spit. Sedikitnya delapan kasus dilaporkan dalam satu dekade terakhir, tapi tidak dalam jumlah ratusan.
Tidak aneh jika kasus terdampar massal ini membingungkan para ilmuwan. Spekulasi bermunculan. Salah satu menyebutkan paus-paus itu terdampar saat mencoba membantu anggota keluarganya yang mengalami disorientasi. Spekulasi lain menyebutkan paus-paus itu kehilangan kemampuan navigasi alami, akibat pengoperasian perangkat elektronik penghasil sonar di lautan.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 786 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 726 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan