Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 Juli 2026
Rusia Siap Hadapi Serangan Nuklir Barat
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Andrei Burgin, kepala komando pusat Strategic Missile Forces (SMF) Rusia, mengatakan Moskwa siap mempertahankan diri dari kemungkinan serangan nuklir kilat.
"Jika harus menghadapi kemungkinan serangan nuklir kilat, kami telah siap," ujar Burbin kepada media Rusia, Sabtu (28/2). Rusia, masih menurut Burbin, juga sanggup melakukan serangan saat diserang.
Mengacu pada posisi strategis unit-unit rudal Rusia, Burbin mengatakan 98 persen sistem SMF benar-beanr baru pada 2020. Rusia saat ini sedang memperbaiki seluruh sistem rudalnya, dan mengkaji ulang kemampuan rudal-rudal jelajahnya.
Komentar ini muncul menyusul kehadiran pasukan NATO tidak jauh dari perbatasan Rusia. Tahun 2014, NATO mengadakan sektiar 200 latihan militer dengan negara-negara Barat, dan sekretaris jenderan NATO Jens Stoltenberg berjanji akan meningkatkan porsi latihan.
Stoltenberg baru-baru ini mengumumkan NATO akan mendirikan komando di enam negara Eropa Timur. Sedangkan Rusia sejauh ini hanya bisa mengutuk kehadiran pasukan NATO tak jauh dari perbatasannya.
Hubungan Rusia-NATO tegang setelah Moskwa mencaplok Semenanjung Krim. Hubungan itu tidak pernah mendingin, menyusul konflik di timur Ukraina.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2325 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun