Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 12 September 2026
4 Km Jalan ke Tibu Dalem Pujungan Rusak, Jembatan “Ganjih“
BERITABALI.COM, TABANAN.
Sepanjang 4 Kilometer jalan menuju Banjar Tibu Dalem, Desa Pujungan, Kecamatan Pupuan kondisinya rusak parah. Selain kerusakan jalan, jembatan yang merupakan satu-satunya akes masyarakat Banjar Tibu Dalem, berhubungan dengan desa lainya, kondisinya sangat memprihatinkan.
Jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar 3 meter tersebut nyaris berlubang. Lapisan aspal yang membalut jalan jembatan itu mengelupas. Bahkan kayu penyangga di bagian tepi dan tengahnya tampak mengangga. Kondisi tersebut membuat sekit 250 KK di Banjar Tibu Dalem was-was. Mereka pun berhati-hati ketika melintasi jembatan yang berada di atas jurang sedalam 10 meter tersebut.
Selain berhati-hati melewati jembatan dan jalan yang rusak. Sebagian besar masyarakat petani di Tibu Dalem harus menanggung biaya transportrasi yang tinggi untuk mengangkut hasil pertanianya. Mereka menyewa tukang ojek membawa hasil pertanian, sekali ojek ongkos yang dikeluarkan sebesar Rp 50 ribu. Jasa tukang ojek digunakan karena bagai petani kecil tidak sanggup menyewa truk maupun mobil bak terbuka. Ongkos truk sangat mahal karena dipengaruhi kondisi jalan yang rusak.
Selain ongkos ojek yang tinggi, harga bahan bangunan yang dibeli oleh masyarakat Tibu Dalem dari Desa Pujungan dikenai ongkos kirim yang cukup mahal. “Kalau harga bahan bangunan sekitar Rp 2 Juta. Maka ongkos angkut barang tersebut sampai Rp 500 ribu,” jelas I Wayan Purwa Astka warga banjar Tibu Dalem.
Ia berharap, pemerintah daerah memperhatikan jalan rusak menuju Banjar Tibu Dalem, Desa Pujungan. “Satu-satunya akses jalan yang kami miliki rusak. Dan kami berharap ada perbaikan dari pemerintah,” tandasnya.
Dijelaskanya, untuk jembatan sudah pernah diperbaiki 3 bulan lalu oleh Pemerintah Kabupaten Tabanan. Pengerjaanya dilakukan masyarakat setempat dengan borongan. Dengan mengganti besi batangan yang patah sekitar 1,5 meter dan memasang sejumlah kayu. Namun perbaikan itu dirasakanya belum cukup. Karena kondisi jembatan tersebut masih labil.
“Kami rasakan perbaikan jembatan tersebut hanya untuk sementara dan masyarakat masih was-was melintas,” tandasnya. Ia berharap jembatan tersebut mendapatkan bantuan perbaikan secara permanen. Karena kayu yang dipasang untuk menutupi lubang tidak bertahan lama ketika terus digujur hujan deras. “Besar harapan kami jembatan yang merupakan satu-satuny akses keluar bagi warga kami mendapatkan perbaikan secara permanen,” pungkasnya penuh harap.
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3317 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 785 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 725 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan