Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 26 Oktober 2026
Lawar Sapi Men Daging di Sangeh
Rabu, 6 Mei 2015,
09:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Bagi Anda penggemar kuliner dan ingin mencoba makanan lawar Bali dari daging sapi, Anda bisa mampir di rumah Men Daging di kawasan Sangeh.
Ni Wayan Jelih, 60 tahun, atau akrab dipanggil Men Daging merupakan sosok koki handal dalam meracik olahan daging sapi di Sangeh, Badung. Berawal dari berjualan di sekitar rumah, berbagai menu racikannya mendapat tempat khusus di lidah penggemarnya. Kini rumah sebagai tempat tinggalnya itu digunakan sebagai rumah produksi serta tempat yang nyaman untuk bersantap.
Seluruh warga Sangeh tahu dimana rumah Men Daging itu berada. Jalan utama satu arah yang menghubungkan Obyek Wisata Sangeh dapat dijadikan acuan sebelum akhirnya memasuki jalan kecil ke arah selatan. Rumah tinggalnya tak berbeda dengan rumah warga lainnya, terdapat pintu angkul – angkul di bagian depan. Yang kelihatan mencolok, di depan rumahnya nampak banyak jenis kendaraan berjubel menandakan ramainya jumlah kunjungan pagi itu.
Di dalam pekarangan inilah, berbagai olahan daging sapi dikemas dengan rempah – rempah khusus tanpa bahan pengawet buatan. Begitu pula nasi yang dimasak, cara tradisional menggunakan kayu bakar masih ia lakukan sampai sekarang.
“ Salah satu keunggulan kami yang mempengaruhi kwalitas masakan ibu adalah masih menggunakan cara tradisional dan bumbu Bali alami, “ jelas I Nyoman Suartama, putra ketiga Men Daging didampingi ayahnya Ketut Lemo, 70 tahun, Minggu (01/03/2015).
Dirinya mengungkapkan setiap hari Men Daging, perempuan berkaca mata ini selalu sibuk meladeni pembeli. Sesekali waktu aktifitas memasak pun dilakukannya dihadapan sejumlah calon pembeli yang turut antri menanti pesanan. Di dapurnya itu seolah menjadi dapur umum yang digunakan sebagai warung rumahan.
Didukung suasana pekarangan yang asri menambah sensasi ibarat menjadi tamu bertandang ke rumah tangga Men Daging. Suasana pedesaan bersinergi sangat baik dengan alam sekitar antara perkampungan dan tegalan. Suara ayam dan kicau burung di alam bebas kerap mengiringi suasana saat bersantap.
Di rumah seluas 12 are inilah, pengunjung bebas mau memilih tempat makan seperti apa. Mau duduk dengan kursi atau lesehan. Di beberapa teras rumah desediakan pula tikar serta beberapa meja makan ukuran kecil.
Melengkapi suasana nyaman lainnya, di sekeliling halaman rumah yang ditumbuhi rumput pun kadang digunakan tempat santai oleh sejumlah pelanggan. Tak ada bising walau rumah ini saling berhimpitan antar tetangga lainnya.
Di sini, makanan yang telah dipesan akan dibawa langsung oleh pelayan yang juga merupakan bagian keluarga dari Men Daging. Di pekarangan yang dihuni 3 kepala keluarga ini setiap harinya didatangi pengunjung .
Soal harga, lawar sapi Men Daging cukup terjangkau bagi kantong warga biasa. Satu porsi yang mencangkup bagian nasi, lawar, dan kuah, hanya Rp 20 ribu, ini sudah termasuk sebotol air mineral ukuran tanggung. Pihaknya juga menerima pesanan untuk dibawa pulang selain berbaur oleh pengunjung lainnya yang kebetulan menikmati suguhan spesial ini.
Baik itu warga sekitar dan pengunjung lainnya, di rumah pekarangan ini canda tawa riang acapkali mewarnai suasana yang diselingi obrolan santai antar sesama pengunjung, terajut menjadi satu dalam satu lingkup rumah selayaknya bertamu di kerabat sendiri, di Banjar Muluk, Sangeh, Badung, Bali.
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5885 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4617 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2585 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2230 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2206 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026