Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Gelombang Panas India Mengerikan, 1.400 Tewas
Kamis, 28 Mei 2015,
09:50 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Gelombang panas di sejumlah negara bagian di India menggila. Permukaan jalan meleleh, korban terus berjatuhan dan kini mencapai 1.400 orang.
Hindustan Times memberitakan di negara bagian Odisha, suhu mencapai 47 derajat celcius, yang memaksa ratusan ribu warga kerap harus membasahi tubuh untuk menahan hawa panas.
Di Andhra Pradesh dan Telanggana, dua negara bagian paling parah terkena gelombang panas, ratusan gelandangan dan pekerja konstruksi menemui ajal di jalan-jalan dan tempat kerja.
Prakash Rao, seorang pensiunan di Kabupaten Khrisna, mengatakan hanya ada dua pilihan bagi pekerja konstruksi; berhenti kerja dan kehilangan upah harian atau meregang nyawa di bawah terik matahari dan angin panas.
"Saya memilih yang pertama," ujar Rao. "Saya hanya menghabiskan beberapa hari terakhir untuk selalu membasahi tubuh."
Di Telanggana, cuaca berawan tapi angin panas belum juga hilang. Hujan dan badai turun pada malam hari, yang membuat pemerintah negara bagian menarik peringatan.
Di Kolkata, pemerintah negara bagian meminta Coal India -- perusahaan batu bara India -- menghentikan produksi, atau memotong shift siang untuk menghindari jatuh korban lebih banyak. Di Uttar Pradesh, orang-orang berjalan terhuyung-huyung di bawah panas 45,8 derajat celcius.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5906 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4631 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2595 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2240 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2210 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026