Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Jejak Perang Puputan Pasukan Gusti Ngurah Rai Melawan Penjajah
Senin, 17 Agustus 2015,
09:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Perang mempertahankan kemerdekaan Indonesia terjadi di Bali tahun 1946 dibawah pimpinan Gusti Ngurah Rai. Dalam perang yang dikenal dengan perang Puputan Margarana, Gusti Ngurah Rai dan seribu lebih pasukannya gugur di medan tempur melawan penjajah Belanda. Untuk mengenang jasa Gusti Ngurah Rai dan pasukannya yang gugur pemerintah Propinsi Bali membuat sebuah monumen di daerah Tabanan Bali.
Untuk mengenang jasa I Gusti Ngurah Rai dan pasukannya yang tewas dalam peperangan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia saat melawan Belanda pada tahun 1946, pemerintah provinsi Bali membuat sebuah monumen nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana, di Kabupaten Tabanan, Bali.
Monumen ini beridiri di atas tanah seluas 9 hektar sejak bulan November 1954. Sebuah nisan dari Kolonel I Gusti Ngurah Rai nampak berada paling depan dengan membelakangi ribuan nisan pahlawan lainnya yang diketahui sebagai anggota pasukan Ngurah Rai yang dikenal dengan sebutan Ciung Wanara.
Total terdapat sebanyak 1.372 batu nisan dari para pahlawan yang gugur dalam Perang Puputan atau perang sampai titik darah penghabisan, yang terjadi pada 20 November 1946.
Ribuan nisan ini berisikan nama-nama pahlawan yang gugur dalam perang Puputan Margarana. Dalam perang Puputan Margarana yang terjadi pada 20 November 1946, Kolonel I Gusti Ngurah Rai dan ribuan pasukannya tewas saat bertempur melawan Belanda dengan senjata yang lebih lengkap dan jumlah pasukan yang lebih banyak.
"Di tempat I Gusti Ngurah Rai ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, pemerintah membuat simbol dengan membuatkan monumen setinggi tujuh belas meter, dengan anak gapura sebanyak delapan, dan anak tangga berbentuk angka 45. Simbol dalam monumen yang dibuat sesuai momentum kemerdekaan Indonesia yakni 17-08-1945,"jelas I Gede Putu Ardiasa, pengelola Monumen Nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana.
Selain batu nisan dan monumen, untuk mengenang jasa para pahlawan yang ikut berperang melawan penjajah guna memperjuangkan kemerdekaan republik Indonesia, di monumen nasional Taman Pujaan Bangsa Margarana juga terdapat tempat penyimpanan senjata dan alat alat perang lainnya milik I Gusti Ngurah Rai dan pasukan berani matinya, Ciung Wanara.[bbn/nap]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5926 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2613 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2270 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026