Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Tokoh Kuta Nilai Polhut Arogan Hentikan Normalisasi Tukad Mati Patasari
Rabu, 2 September 2015,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Tokoh Kuta dan warga di Kuta, Seminyak dan Legian sangat menyayangkan sikap Polhut Tahura Ngurah Rai bersama Dishut Propinsi Bali yang menyetop proyek normalisasi atau penataan muara sungai Tukad Mati Patasari, Kuta, Badung, Bali.
"Penyetopan proyek penataan muara Tukad Mati oleh Polhut Tahura Ngurah Rai bersama Dishut Propinsi Bali menunjukkan arogansi sektoral yang tidak memahami hakekat pembangunan kepentingan publik dalam penanggulangan banjir di kawasan destinasi pariwisata kuta," ujar Salah satu tokoh adat Kuta, Wayan Puspa Negara kepada Beritabali.com, Rabu (2/9/2015).
Menurut mantan anggota DPRD Badung itu, hampir setiap tahun wilayah Kuta, Legian, Seminyak dan sekitarnya terkena banjir karena muara Tukad Mati tersumbat sedimentasi. Atas dasar kondisi inilah sehingga muara Tukad Mati dibersihkan dan ditata oleh Pemkab Badung bersama warga mengingat musim hujan sudah dekat.
"Aneh proyek bertujuan baik buat publik kok distop. Padahal proyek itu memiliki dasar hukum yang ditetapkan oleh DPRD Badung dan Bupati Badung dalam APBD Badung tahun 2015," ungkapnya.
Melihat realita saat ini, Puspa Negara mengaku sangat menyayangkan sikap Polhut yang masih hanya melihat pengamanan tahura pada sisi lingkungan semata, tetapi belum mampu mencermati situasi emergency yang dialami masyarakat kuta.
Menurutnya, memang benar Polhut kalau berpikir secara sempit untuk penyelamatan tahura sekala kecil, tetapi tak sebanding denga tujuan mulia dan upaya penyelamatan masyarakat akan ancaman banjir dan pencorengan wajah destinasi Kuta yang akan menampar wajah bangsa di mata dunia.
Puspa Negara juga mengganggap aneh dan janggal jika yang menyetop proyek muara Tukad Mati oleh Polhut dari unsur pemerintah, sementara yang mengerjakan proyek Pemkab Badung yang notabene juga unsur pemerintah, dan yang menyetujui Kementrian Lingkungan Hidup dari unsur pemerintah.
"Ini aneh dan mempertontonkan disharmonisasi serta kebobrokan dalam bertindak. Bukankah pemerintah semestinya wajib mengayomi dan menjaga wilayah serta masyarakatnya dari berbagai ancaman demi kehidupan yg lebih baik. Ini kok pemerintah saling berseberangan dan berlawanan," pungkasnya.[bbn/dws]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5941 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2626 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2282 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2222 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026