Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Tokoh Kuta Nilai Polhut Arogan Hentikan Normalisasi Tukad Mati Patasari
Rabu, 2 September 2015,
19:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BADUNG.
Beritabali.com, Kuta. Tokoh Kuta dan warga di Kuta, Seminyak dan Legian sangat menyayangkan sikap Polhut Tahura Ngurah Rai bersama Dishut Propinsi Bali yang menyetop proyek normalisasi atau penataan muara sungai Tukad Mati Patasari, Kuta, Badung, Bali.
"Penyetopan proyek penataan muara Tukad Mati oleh Polhut Tahura Ngurah Rai bersama Dishut Propinsi Bali menunjukkan arogansi sektoral yang tidak memahami hakekat pembangunan kepentingan publik dalam penanggulangan banjir di kawasan destinasi pariwisata kuta," ujar Salah satu tokoh adat Kuta, Wayan Puspa Negara kepada Beritabali.com, Rabu (2/9/2015).
Menurut mantan anggota DPRD Badung itu, hampir setiap tahun wilayah Kuta, Legian, Seminyak dan sekitarnya terkena banjir karena muara Tukad Mati tersumbat sedimentasi. Atas dasar kondisi inilah sehingga muara Tukad Mati dibersihkan dan ditata oleh Pemkab Badung bersama warga mengingat musim hujan sudah dekat.
"Aneh proyek bertujuan baik buat publik kok distop. Padahal proyek itu memiliki dasar hukum yang ditetapkan oleh DPRD Badung dan Bupati Badung dalam APBD Badung tahun 2015," ungkapnya.
Melihat realita saat ini, Puspa Negara mengaku sangat menyayangkan sikap Polhut yang masih hanya melihat pengamanan tahura pada sisi lingkungan semata, tetapi belum mampu mencermati situasi emergency yang dialami masyarakat kuta.
Menurutnya, memang benar Polhut kalau berpikir secara sempit untuk penyelamatan tahura sekala kecil, tetapi tak sebanding denga tujuan mulia dan upaya penyelamatan masyarakat akan ancaman banjir dan pencorengan wajah destinasi Kuta yang akan menampar wajah bangsa di mata dunia.
Puspa Negara juga mengganggap aneh dan janggal jika yang menyetop proyek muara Tukad Mati oleh Polhut dari unsur pemerintah, sementara yang mengerjakan proyek Pemkab Badung yang notabene juga unsur pemerintah, dan yang menyetujui Kementrian Lingkungan Hidup dari unsur pemerintah.
"Ini aneh dan mempertontonkan disharmonisasi serta kebobrokan dalam bertindak. Bukankah pemerintah semestinya wajib mengayomi dan menjaga wilayah serta masyarakatnya dari berbagai ancaman demi kehidupan yg lebih baik. Ini kok pemerintah saling berseberangan dan berlawanan," pungkasnya.[bbn/dws]
Berita Badung Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2804 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026