Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
PHDI : Revitalisasi Teluk Benoa Bertujuan Perbaiki Lingkungan
Senin, 26 Oktober 2015,
09:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat I Ketut Wiana mengungkapkan ada pihak yang selalu melakukan fitnah dan menyebarkan kabar bohong bahwa akan dilakukan reklamasi di Teluk Benoa, Bali, yang bisa merusak lingkungan.
Padahal, kata Ketut Wiana, mereka yang kerap memfitnah itu tidak ahli soal lingkungan.
Selain itu, pihak yang memfitnah sebenarnya tidak mengerti apa yang akan dilakukan dalam revitalisasi berbasis reklamasi di Teluk Benoa.
Ketut mengatakan, Revitalisasi Teluk Benoa (RTB) justru bertujuan memperbaiki, menata, dan menjaga lingkungan di Teluk Benoa agar lebih bermanfaat bagi masyarakat Bali.
"Di Kongres PHDI ini, kami tidak hanya membahas soal keagamaan. Tapi juga fenomena sosial kemasyarakatan, salah satunya rencana revitalisasi di Teluk Benoa, Bali. Ada pihak yang kerap memfitnah bahwa akan dilakukan reklamasi yang bisa merusak lingkungan di Teluk Benoa. Mereka yang fitnah ini tidak ahli soal lingkungan. Sebetulnya bukan reklamasi tapi revitalisasi. Revitalisasi ini bukan merusak, tapi memperbaiki lingkungan," kata Ketut Wiana, ketika dihubungi di sela-sela Kongres PHBI, Sabtu (24/10/2015).
Ketut Wiana yang sudah lebih dari 40 tahun jadi dosen di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar ini mengatakan kondisi lingkungan di Teluk Benoa sangat memprihatinkan.
Selain banyak sampah, juga terjadi abrasi dan sedimentasi yang bisa merusak lingkungan dan tanaman mangrove. Kondisi lingkungan yang rusak itu sangat merugikan masyarakat sekitar.
"Ada yang sok-sokan bilang revitalisasi akan rusak Teluk Benoa. Itu tidak benar, itu fitnah. Kalau Teluk Benoa tidak direvitalisasi, maka akan semakin rusak parah. Sekarang saja sudah banyak sampah menumpuk, abrasi, dan sedimentasi di Teluk Benoa," ucap Ketut Wiana.
"Naskah dan konsep RTB sudah saya baca semua, sampai gambar-gambarnya pun saya lihat. RTB ini akan memperbaiki kawasan Teluk Benoa yang sudah rusak, lalu ditata, dijaga, dan dikembangkan demi bermanfaat bagi masyarakat Bali. RTB ini baik sekali manfaatnya untuk masyarakat Bali," ujar Ketut Wiana lagi. [bbn/inilahcom]
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5933 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4649 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2617 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2272 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2218 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026