Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
PHDI : Revitalisasi Teluk Benoa Bertujuan Perbaiki Lingkungan
Senin, 26 Oktober 2015,
09:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Ketua Pengurus Harian Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Pusat I Ketut Wiana mengungkapkan ada pihak yang selalu melakukan fitnah dan menyebarkan kabar bohong bahwa akan dilakukan reklamasi di Teluk Benoa, Bali, yang bisa merusak lingkungan.
Padahal, kata Ketut Wiana, mereka yang kerap memfitnah itu tidak ahli soal lingkungan.
Selain itu, pihak yang memfitnah sebenarnya tidak mengerti apa yang akan dilakukan dalam revitalisasi berbasis reklamasi di Teluk Benoa.
Ketut mengatakan, Revitalisasi Teluk Benoa (RTB) justru bertujuan memperbaiki, menata, dan menjaga lingkungan di Teluk Benoa agar lebih bermanfaat bagi masyarakat Bali.
"Di Kongres PHDI ini, kami tidak hanya membahas soal keagamaan. Tapi juga fenomena sosial kemasyarakatan, salah satunya rencana revitalisasi di Teluk Benoa, Bali. Ada pihak yang kerap memfitnah bahwa akan dilakukan reklamasi yang bisa merusak lingkungan di Teluk Benoa. Mereka yang fitnah ini tidak ahli soal lingkungan. Sebetulnya bukan reklamasi tapi revitalisasi. Revitalisasi ini bukan merusak, tapi memperbaiki lingkungan," kata Ketut Wiana, ketika dihubungi di sela-sela Kongres PHBI, Sabtu (24/10/2015).
Ketut Wiana yang sudah lebih dari 40 tahun jadi dosen di Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar ini mengatakan kondisi lingkungan di Teluk Benoa sangat memprihatinkan.
Selain banyak sampah, juga terjadi abrasi dan sedimentasi yang bisa merusak lingkungan dan tanaman mangrove. Kondisi lingkungan yang rusak itu sangat merugikan masyarakat sekitar.
"Ada yang sok-sokan bilang revitalisasi akan rusak Teluk Benoa. Itu tidak benar, itu fitnah. Kalau Teluk Benoa tidak direvitalisasi, maka akan semakin rusak parah. Sekarang saja sudah banyak sampah menumpuk, abrasi, dan sedimentasi di Teluk Benoa," ucap Ketut Wiana.
"Naskah dan konsep RTB sudah saya baca semua, sampai gambar-gambarnya pun saya lihat. RTB ini akan memperbaiki kawasan Teluk Benoa yang sudah rusak, lalu ditata, dijaga, dan dikembangkan demi bermanfaat bagi masyarakat Bali. RTB ini baik sekali manfaatnya untuk masyarakat Bali," ujar Ketut Wiana lagi. [bbn/inilahcom]
Berita Premium
Reporter: bbn/eng
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2942 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2015 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026