Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 20 September 2026
Ogah Beli Hasil Listrik Tenaga Surya di Bali, PLN Dikecam
Kamis, 17 Maret 2016,
04:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali menjadi tuan rumah pelaksanaan Bali Clean Energy Forum (BCEF), belum lama ini di Nusa Dua. Dalam forum yang dibuka secara resmi oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla itu, juga diluncurkan Bali sebagai Clean Energy Center of Excellence (CoE) atau Pusat Keunggulan Energi Bersih Indonesia kepada Masyarakat Internasional.
Hanya saja ironisnya, pelaksanaan BCEF 2016 serta peluncuran CoE ini, justru tak dibarengi dengan kebijakan energi yang memihak Pulau Dewata. Pasalnya, bersamaan dengan peluncuran Bali sebagai Pusat Keunggulan Energi Bersih Indonesia, kebijakan PT PLN di bidang kelistrikan malah terkesan diskriminatif bagi Bali.
Sebagai bukti nyata, PT PLN justru ogah membeli hasil listrik dari Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Bali. Ini sangat berbeda dengan listrik sebesar 5 MWp yang dihasilkan PLTS Desa Oelpuah, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Proyek PLTS yang dibangun PT Len Industri dan pengoperasiannya diresmikan oleh Presiden Joko Widodo itu, bahkan dibeli PT PLN dengan harga US 25 sen per KWh.
"Kami di Bali mempertanyakan kebijakan PLN ini. Kami sesalkan, karena ada kesan PLN justru diskriminatif," kecam tokoh dari Forum Paguyuban Merah Putih Bali (FPMPB) Njoman Gede Suweta, disela-sela diskusi energi yang digelar FPMPB di Denpasar, Selasa (15/3).
Ketua Gerakan Pemantapan Pancasila (GPP) Bali ini bahkan mengaku sangat kecewa, karena harga jual yang disodorkan di Bali justru hanya US 20 sen per KWh. "Kita jual dengan US 20 sen, PLN tidak mau. Giliran di Kupang dijual US 25 sen, PLN justru mau. Ada apa ini?" berang Suweta.
Ia pun mendesak Gubernur Bali Made Mangku Pastika, untuk segera berkomunikasi dengan PT PLN terkait kebijakan yang diskriminatif ini. "BCEF 2016 digelar di Bali. CoE juga diluncurkan di Bali. Tetapi kebijakan PLN malah seperti ini kepada Bali. Ini jelas sangat kontradiktif," tegas Suweta, yang juga mantan Wakapolda Bali.
Hal tak jauh berbeda juga dilontarkan Forum Pembina Peguyuban Merah Putih Bali (FPMPB) Putera Astaman, disela diskusi tersebut. Ia mendorong, agar PT PLN bisa bersikap adil terkait kebijakan di bidang kelistrikan.
Pada kesempatan yang sama, Putera Astama juga menyampaikan bahwa berangkat dari peristiwa ini FPMPB ingin menjadi yang terdepan dalam membangkitkan bisnis PLTS di desa-desa di Pulau Dewata. "Bali sudah didaulat sebagai Pusat Keunggulan Energi Bersih Indonesia. Merespon ini, kami coba galakkan Gerakan 1000 PLTS di Bali," ucapnya.
Dengan gerakan ini, FPMPB menginginkan minimal 250 MW dihasilkan PLTS dari desa-desa di Bali. "Kita ingin agar listrik dari PLTS itu dibeli PLN. Itu diharapkan membantu upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita di desa," pungkasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 7828 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5632 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3528 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2385 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026