Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Pemutihan Terumbu Karang Massal Terjadi di Sanur dan Nusa Penida
Jumat, 25 Maret 2016,
01:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Hasil Pemantauan Coral Tringle Center (CTC) menunjukkan bahwa telah terlihat 'mass coral bleaching event' atau pemutihan karang massal di sepanjang tubir karang Jeladi Wilis pada 10 maret 2016. Persentase penutupan karang keras pada kedalaman 4 – 6 m berkisar antara 43 – 49 sedangkan karang yang memutih berkisar 5 hingga 10%. Panjang pengamatan sepanjang 520 m.
Learning Site Manager CTC Bali Marthen Welly dalam keteranganya di Denpasar (24/3/2016) mengungkapkan secara visual koloni yang terkena bleaching adalah dari yang relatif paling banyak hingga sedikit, dari bleaching sebagian hingga keseluruhan koloni adalah genus Montipora (bentuk pertumbuhan encrusting dan foliose), Porites (massive dan branching), Seriatopora (branching), Goniopora (massive), Goniastrea (encrusting), Pectinia (foliose), Merulina (encrusting), Echinopora (encrusting dan foliose), Acropora (branching) dan sedikit Famili Faviid (massive).
Suhu pengamatan 280C (normal). Sementara itu di Nusa Penida (1 Maret 2016), terlihat bleaching coral di Lembangan Bay dengan total tutupan sekitar 30% dari tutupan karang keras yang dijumpai, sedangkan penyelaman di Crystal Bay tidak terlihat ada bleaching. “Lokasi lain belum disurvey,” ujar Marthen Welly
Menurut Marthen Welly, Kejadian ini diduga kuat dari peningkatan suhu permukaan air (peta dirilis NOAA) pada awal tahun ini yang memperlihatkan kenaikan suhu permukaan laut pada perairan selatan equator. Peringatan level 1 maupun level 2 terdapat di sepanjang pesisir selatan Sumatera hingga P. Timor, termasuk selatan Bali.
Marthen menyampaikan tidak ada yang bisa dilakukan kecuali berharap suhu kembali pada kisaran normal dan karang bisa kembali sehat. Namun menjaga kondisi perairan yang sehat dari gangguan seperti polusi dan alat tangkap yang merusak tetap penting dilakukan.
“Kondisi perairan dan karang yang sehat akan mempunyai daya resisten dan resiliensi tinggi terhadap perubahan suhu,” jelas Marthen Welly.
Marthen menambahkan guna melihat apakah kejadian ini terdapat di sekeliling Bali, dan juga di tempat lain di Indonesia, diperlukan survei yang lebih mendetail dengan lokasi yang lebih banyak dengan melibatkan berbagai pihak agar dapat melaporkan jika mendapati kejadian coral bleaching di daerah mereka. Pengamatan karang di 41 titik di sekeliling Bali pada bulan Oktober 2015 tidak menunjukkan adanya coral bleaching.[bbn/mul]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3877 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2331 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2011 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1931 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1789 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026