Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Nam Air Ajak Kita Terbang ke Pelosok dengan Kenyamanan Tinggi
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Terbang ke pelosok Tanah Air dewasa ini semakin mudah karena pemesanan tiket sudah bisa dilakukan secara online. Salah satu tempat pesan tiket maskapai andalan masyarakat Indonesia saat ini adalah Traveloka.
Online travel agent ini sudah meramaikan dunia travel Indonesia sejak 2012 dan semakin diandalkan karena bisa menyediakan tiket pesawat murah dari berbagai maskapai untuk rute pelosok sekalipun.
Salah satu maskapai pilihan pengguna Traveloka yang kerap diandalkan untuk penerbangan ke pelosok adalah Nam Air. Jika Anda mencari tiket penerbangan pelosok di Traveloka, seringkali Nam Air muncul dalam urutan teratas dari segi ekonomis.
Menariknya, Nam Air yang ekonomis ini memiliki kualitas bersaing. Kualitasnya teruji karena Nam Air merupakan adik dari maskapai full service - Sriwijaya Air. Nam Air dihadirkan sebagai feeder yang menghubungkan kota hub yang dilayani Sriwijaya Air ke kota/kabupaten yang lebih kecil. Artinya, Nam Air siap menghubungkan penumpang dari Surabaya, Jakarta, dan Denpasar menuju kota/kabupaten sekitar yang lebih kecil.
Nam Air membuka penerbangan resmi pertamanya pada 11 Desember 2013. Pada penerbangan perdana tersebut, Nam Air melakukan penjelajahan di atas langit dengan rute Jakarta (CGK) - Pangkal Pinang (PGK). Pangkal Pinang juga dipilih sebagai destinasi yang dituju dalam penerbangan Sriwijaya Air dulu.
Sebab, Pangkal Pinang adalah kota kelahiran keluarga pendiri maskapai nasional ini. Saat ini Nam Air melayani penerbangan dari bandara hub 3 kota besar tadi ke pelosok Barat hingga Timur.
Dengan adanya Nam Air, Anda bisa terbang nyaman ke Pangkal Pinang, Natuna, Tanjung Pandan (Sumatera); Pangkalan Bun, Tarakan, Berau, Pontianak (Kalimantan); Yogyakarta, Semarang (Jawa) Luwuk, Mamuju, Palu (Sulawesi); Waingapu, Kupang, Maumere (Nusa Tenggara); Biak, Timika, dan Sorong (Papua). Penerbangan menembus pelosok terasa nyaman dengan penggunaan armada Boeing 737-500.
Pesawat ini memiliki interior yang bersih dan terawat. Kelas penerbangan pesawat golongan medium service ini terbagi atas Kelas Bisnis dan Ekonomi. Menariknya, kelas ekonomi yang disediakan maskapai Nam Air terbilang sangat nyaman.
Dibandingkan beberapa maskapai ekonomis populer lainnya yang tidak menyediakan kuliner gratis dalam penerbangan, Nam Air malah memberikan santapan bagi seluruh kelas penumpangnya.
Untuk kelas ekonomi tersebut, harga tiket sudah termasuk kudapan ringan dan minuman segar. Pada penerbangan jarak pendek (kurang dari 2 jam) saja, penumpang diberikan sebungkus wafer dan air mineral.
Sentuhan sederhana ini justru sangat berkesan bagi penumpang yang sering tidak mendapatkan apapun saat terbang dengan pesawat ekonomis lain. Selama penerbangan, penumpang bisa tetap terhibur ditemani majalah dalam kabin. Nam Air juga melayani penjualan sovenir dan makanan di dalam pesawat.
Tinggal cek katalog yang tersedia di kantong tempat duduk, lalu sampaikan pesanan Anda ke awak kabin. Berbicara mengenai awak kabin, banyak ulasan penumpang memuji standar pelayanan dan keramahan awak kabin Nam Air.
Dari segi tampilan, seragam pramugari/pramugaranya juga sangat unik. Mereka menggunakan kemeja dan celana bahan berwarna biru tua yang nampak elegan dengan baret berwarna senada.
Untuk pramugari, tampilan semakin berkelas dengan tambahan blazer.Seragam ini juga menjadikan kru kabin leluasa bergerak demi kesigapan melayani setiap kebutuhan penumpang.
Menariknya lagi, Nam Air adalah maskapai lokal maksimal yang dibuktikan dengan rencana penggunaan pesawat buatan BJ Habibie.
Armada berjenis Regio Prop 80 (R80) tersebut sudah dipesan sebanyak 100 unit dan direncanakan mengudara tahun 2017.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5917 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2606 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2262 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan