Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Tari Legong Tombol Awali Pembukaan Bulfest 2016
Rabu, 3 Agustus 2016,
05:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
BeritaBali, Buleleng. Pembukaan Buleleng Festival 2016 Selasa (2/8) sore di depan Tugu Singa Ambararaja begitu semarak. Tidak hanya pementasan tarian Legong Tombol massal yang dipentaskan di depan panggung utama sebagai tari pembuka, namun juga tari Joged massal dan kesenian Ngoncang ditampilkan dalam pembukaan Bulfest 2016.
Ada gemar makan ikan gratis yang disediakan di Jalan Ngurah Rai Singaraja yang dibagikan kepada warga masyarakat yang datang di areal Bulfest. Sedikitnya ada ribuan tusuk sate ikan yang dibagikan kepada warga masyarakat. Tidak hanya gemar makan ikan sebagai kegiatan pembukaan Bulfest namun juga kesenian Ngoncang dan juga tari Joged massal yang menjadi daya tarik para pengunjung Bulfest.
Tari joged massal sendiri di pentaskan secara massal untuk menghilangkan kesan porno yang selama ini di cap untuk tarian tersebut. Tidak hanya pengunjung lokal yang ngibing bersama penari joged namun salah satu pengacara ibu kota yakni Farhat Abass juga ikut ngibing.
Farhat sendiri mengaku senang dengan kesenin tersebut karena begitu energik dan elok, dan tidak ada kesan porno dalam tarian tersebut. "Pikiran kearah negatif yang menyebabkan kesan porno dan itu tergantung kita yang memikirkan serta melihatnya. Malah saya melihat tarian tersebut justru sangat energik dan begitu seni dalam setiap geraknya," ungkap Farhat Abass.
Beberapa turis mancanegara juga senang dengan adanya seni dan budaya yang ditampilkan dalam acara Bulfest ini. Seperti diungkapkan oleh Amanda dari Belanda yang mengaku dirinya berada di Bali selama tiga minggu untuk liburan dan di Buleleng begitu senang bisa menyaksikan tarian yang begitu banyak dipentaskan di jalan raya. Dirinya merasa sangat bahagia dan begitu menikmati pertunjukan tersebut.
Di panggung utama tari Legong Tombol yang sudah direkonstruksi ulang oleh Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata Kabupaten Buleleng ini digarap dengan baik oleh Sanggar Seni Santi Budaya Singaraja dengan dibawakan secara massal.
Tarian tersebut mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI dan rencananya akan digarap untuk dipentaskan di ajang ASEAN GAMES mendatang secara massal. Hal tersebut diungkapkan Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana dalam sambutan pembukaan Buleleng Festival.
Apresiasi tersebut patut dibanggakan karena Buleleng memiliki berbagai macam kesenian yang unik dan masih alami. Termasuk pengakuan dari UNESCO pada Wayang Wong Tejakula dengan memberikan sertifikat warisan budaya tak benda.
"Ini merupakan penghargaan yang membuat nama Buleleng bangga karena salah satu kesenian asli Tejakula Buleleng diakui oleh Badan UNESCO dengan memberikan sertifikat warisan budaya tak benda. Karena itu melalui Buleleng Festival ini dirinya ingin menggarap potensi seni dan budaya yang dimiliki Kabupaten Buleleng secara maksimal," ujar Bupati Agus Suradnyana.
Lebih lanjut Bupati juga mengatakan bahwa Bulfest yang keempat ini mengambil Tema "Masterpieces of Buleleng" merupakan penyempurnaan dari tiga gelaran Bulfest sebelumnya. Pihaknya ingin masyarakat Buleleng mengetahui seni dan budaya yang dimiliki.
"Mudah-mudahan ditahun mendatang Bulfest bisa lebih disempurnakan lagi dengan memaksimalkan potensi yang dimiliki Buleleng untuk ditampilkan", papar Bupati.[bbn/pan/psk]
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026