Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 12 September 2026
Rai Mantra Mendem Pedagingan di Banjar Kayumas Kelod
Rabu, 16 November 2016,
12:57 WITA
Follow
Rai Mantra hadir pada Upacara Melaspas Alit Tembok Penyengker dan Balai Kulkul Bali banjar Kayumas Kelod. [source: istimewa]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com - Denpasar. Walikota Denpasar IB Rai Dharmawijaya Mantra mendem pedagingan pada Upacara Melaspas Alit tembok penyengker dan Balai Kulkul di Balai Banjar Kayumas Kelod, pada Rabu (16/11).
Kegiatan dilanjutkan dengan tanda tangan prasasti dan penyerahan berita acara pengolahan bangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia ke Pemerintah Kota Denpasar. Begitu juga dengan Pemerintah Kota Denpasar yang selanjutnya juga menyerahkan langsung ke Banjar Kayumas Kelod.
Penglisir Banjar Kayumas Kelod Made Darmaja mengatakan, meskipun zaman semakin maju, namun Banjar Kayumas Kelod masih mempertahankan bangunan tradisi kuno. Hal itu dikarenakan Banjar Kayumas Kelod merupakan lintasan Kota Pusaka Denpasar yang sudah ditetapkan menjadi kawasan heritage di Kota Denpasar.
Tidak hanya itu, Ia mengatakan Banjar Kayumas Kelod juga memiliki prasasti berdirinya Banjar Kayumas Kelod pada tahun 1941.
"Itu sebagai bukti bahwa Kayumas Kelod merupakan lintasan Kota Pusaka dan harus dipertahankan," ujarnya.
Sebagai lintasan Kota Pusaka, Banjar Kayumas Kelod mendapat bantuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia untuk merevitalisasi bangunan tembok penyengker Balai Banjar dan memperbaiki Balai Kulkul secara penuh. Maka dai itu pihaknya sangat bersyukur dengan adanya program ini di sisi lain warga Banjar Kayumas Kelod juga bisa terbantu.
Menurutnya, Banjar Kayumas Kelod memiliki dua kulkul yaitu kulkul besar dan kecil. Karena kulkul kecil rusak suaranya bias, maka harus diganti. Oleh karena itu, warga Banjar Kayumas Kelod sebelumnya hanya melaksanakan Upacara Melaspas Alit. Namun, setelah kulkul kecil diganti baru warga melaksanakan upacara besar.
Ia menambahkan leluhur telah memfungsikan kulkul besar dan kecil secara berbeda. Kulkul besar difungsikan untuk hal-hal yang bersifat umum dan kulkul alit khusus untuk memberitahu masyarakat adanya kematian.
"Jika ada orang meninggal maka kulkul kecil yang di bunyikan. Karena kulkul kecil ini sudah rusak dan suaranya bias tidak terdengar maka akan diganti," ujarnya.
Meskipun berbeda dengan banjar lain, pihaknya tetap mempertahankan dua buah kulkul karena itu merupakan warisan leluhur. Selain itu, juga sebagai lambang kekuatan pemersatu warga.
Kelian Dinas Banjar Kayumas Kelod Ketut Sudarma membenarkan, bahwa tembok dan Balai Kulkul merupakan bantuan secara penuh oleh Pemerintah Pusat dan diserahkan kepada Pemerintah Kota Denpasar. Setelah itu Pemerintah menyerahkan secara langsung kepada Banjar Kayumas Kelod untuk pengolahan bangunannya.
Sementara, biaya upacara melaspas ini merupakan swadaya warga masyarakat Banjar Kayumas Kelod. Dengan berdirinya balai kulkul ini, Ia meminta kepada warga masyarakat Banjar Kayumas Kelod untuk mempertahankan konsep Tri Hita Karana agar Kota Denpasar bisa mewujudkan sebagai Kota Pusaka, Kota Mandiri, Kota Budaya, damai dan tentram. [ayu/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3330 Kali
02
03
04
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 792 Kali
05
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026