Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 27 Oktober 2026
Ernawati, Lama Menetap Di Bali Hingga Praktekkan Adat Istiadat Hindu Bali
Ernawati, seorang muslim, melaksanakan upacara ngulapin di tempat kejadian kecelakaan. [source: erna]
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Pada tanggal 28 Agustus 2016, Ernawati (32) mengalami kecelakan di Jalan Raya Batubulan. Kala itu, hari masih menunjukkan pukul 04.30 Wita, Erna yang berkendara seorang diri menabrak sebuah pohon hingga dirinya mengalami patah di kedua kakinya.
Setelah 20 hari lamanya berbaring di rumah sakit, Erna akhirnya diperbolehkan pulang. Dirinya yang merupakan pendatang di Bali akhirnya kembali pulang ke kampung halamannya, Jember, Jawa Timur. Namun, selama di Jawa, Ia meyakini, dirinya masih mempunyai hutang yang harus dilunaskan di Bali.
Baru di hari kelima bulan November, Erna akhirnya bisa kembali datang ke Bali. Misinya, masih sama, yakni membayar hutangnya. Segeralah Ia bertemu dengan pemilik rumah tempat Ia menabrak pohon pada kecelakaan waktu itu, yang Ia kenal dengan nama "Ibu Ani". Kedatangannya, bukan untuk membayar ganti rugi, namun untuk membayar hutang kecelakaannya lewat upacara ngulapin.
"Saya cuma mengikuti tradisi bali, yang teman saya sarankan untuk melakukan upacara ngulapin," jelasnya ketika Beritabali.com coba mengonfirmasi kabar tersebut pada Sabtu (26/11).
Erna yang merupakan seorang muslim ini mengakui dirinya telah dinasehati oleh seorang temannya sejak Ia berada di rumah sakit untuk segera melakukan upacara. Sebab, Ia meyakini tempat kecelakaannya merupakan kawasan suci lewat berdirinya sebuah Sanggah, tempat sembahyang umat Hindu Bali.
"Nyawa saya masih ada disana dan biar gak inget lagi akan kejadian disana,saya harus melakukan upacara ngulapin. Saya sempet di kasih air tirta juga," tambahnya.
Lebih rinci, Erna menceritakan, setalah dua hari kedatangannya di Bali, Ia baru kemudian menemui Ibu Ani, si pemilik rumah. "Begitu kaki saya sudah lumayan,saya langsung ke Bali, setelah dua hari di Bali saya datang ke rumah bu anik, untuk minta tolong di siapkan banten dan pemangkunya untuk upacara ngulapin," jelasnya.
Dikarenakan masih mencari hari baik, upacara ngulapin tersebut baru kemudian bisa diadakan Senin kemarin, (21/11). Ditanya mengenai pandangan keluarganya, Erna menyatakan sama sekali tidak ada pertentangan.
Bahkan, menurutnya, keluarga di Jawa sangatlah mendukung dilakukannya upacara tersebut. "Keluarga saya menanggapi positif, karena saya tinggal di bali, saya mencari rezeki di Bali, saya harus menghormati adat Bali dan leluhur Bali, itu prinsip saya, terlepas agama saya muslim, saya percaya akan adanya karma phala di Bali," jelasnya pada Beritabali.com.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan