Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Prediksi Meleset, Tingkat Hunian Hotel Menurun Drastis
Senin, 2 Januari 2017,
13:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Perayaan Tahun Baru 2017 yang diprediksi akan meraup keuntungan bagi pengusaha hotel di Bali ternyata di luar prediksi. Meski tingkat kunjungan wisatawan ke Bali meningkat hingga 22 persen, namun disisi lain okupansi hotel atau tingkat hunian hotel justru menurun hingga 8 persen.
Ketua Perhimpunan Hotel dan Restaurant Indonesia (PHRI) Bali Tjok Oka Artha Ardhana Sukawati, menjelaskan saat ini kondisi pariwisata di Bali justru tengah menghadapi kelesuan. Itulah sebabnya, meski Bali kerap menjadi tujuan bagi wisatawan lokal atau domestik untuk berlibur namun lama rata-rata orang menginap atau leng of stay, di Bali kini semakin singkat.
"Leng of stay itu menurun drastis dibandingkan tahun 2015. Sekarang Natal kita dapat 65 persen, tahun lalu 78 persen sementara tahun baru dulu target terpenuhi hingga 90, sekarang ternyata hanya 85 persen," ujarnya di Denpasar, Minggu (01/01).
Dijelaskan, lama wisatawan lokal menginap hanya 3 hari saja yakni hingga tanggal 3 Januari 2017. Rata-rata tujuan wisatawan menginap saat tahun baru di kawasan Nusa Dua dan Kuta, Badung. Sementara destinasi lainnya tidak dilirik oleh para wisatawan lokal.
"Ubud sepi hanya sekitar 20 persen hingga 30 persen. Dan walaupun tingkat kunjungan dari 2015 ke 2016 meningkat 22 persen, tapi okupansi turun 8 persen, karena anomali disatu sisi meningkat tapi okupansi menurun itu variablenya mungkin ada penambahan hotel baru, paling 400 sampai 1000 yang baru dibuka tahun ini, tapi yang fatal itu leng of stay jadi 3 hari," papar mantan
yang akrab disapa Cok Ace ini.
Lebih jauh Cok Ace menjelaskan, kenapa kini lama orang menginap di Bali semakin singkat, menurutnya karena kini destinasi di Bali sudah dianggap tidak menarik. Dalam artian tidak menarik dari cara menuju ke destinasinya.
Bayangkan saja ke Ubud sekarang dari Bandara saja bisa dua jam, infrastruktur macet, kemudian kualitas destinasi, baru promosi kurang. Kita dihantam oleh pesaing wisata dalam negeri sendiri seperti Raja Ampat, Labuan Bajo itu luar biasa. Tetangga Gili, itu aja 2500 setiap hari itu yang Bali turun drastis, belum lagi wisatawan lokal di Banyuwangi tertahan 4 persen, mereka promosinya bagus, Malang juga bagus dalam hal promosi pariwisata, makanya kita jangan terlena di Bali, ungkapnya.
Menurutnya, jika pariwisata Bali tidak ingin ditinggalkan orang, maka Bali minimal harus memiliki konsep atau grand design yang bagus.Konsisten pada konsep, kita punya dagangan alam dan budaya itu yang harus kita garap. Kita jangan terjebak dengan keinginan pasar. Yang berbasis uang dan teknologi kita tidak mungkin menang dengan industri kapitalis.
Lihat Hongkong, Singapura, Malaysia yang tetangga, jelas kita kalah kalau kita mengikuti keinginan pasar, tandasnya.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: Humas Buleleng
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2609 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026