Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Fakta dan Mitos Tentang Bercinta saat Hamil
Selasa, 17 Januari 2017,
14:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Banyak pasangan umumnya gugup tentang bercinta selama kehamilan. Survei menunjukkan bahwa 50 persen wanita tidak pernah mencoba itu terutama selama kehamilan pertama.
Mengutip dari boldsky, Jumat (13/01/2017), hampir 76 persen mengatakan bahwa mereka tidak pernah mencoba bercinta selama kehamilan pertama seperti mereka takut mempengaruhi janin.
Dalam pasangan yang bercinta selama kehamilan, survei menunjukkan bahwa perempuan memulai lebih karena tingginya libido selama kehamilan. Sekarang, berikut adalah beberapa mitos dan fakta tentang bercinta saat hamil.
Ada yang perlu Anda perhatian. Jangan pernah mengambil keputusan untuk bercinta selama kehamilan kecuali dokter Anda mengatakan bahwa bercinta aman bagi Anda.
Kondisi kesehatan umum Anda, sejarah medis dan kondisi kehamilan Anda secara keseluruhan harus dipertimbangkan untuk menentukan apakah itu aman bagi Anda.
1. Mitos pertama
Seks bisa melukai bayi di dalam rahim.
Fakta: Rahim melindungi janin. Namun, kecuali Anda dididik tentang posisi ideal.
2. Mitos kedua
Orgasme dapat menyebabkan kontraksi lebih awal.
Fakta: Kontraksi terjadi ketika tubuh sudah siap.
3. Mitos ketiga
Penis bisa menginfeksi rahim.
Fakta: Kantung ketuban bertindak sebagai perlindungan. Tapi tetap saja, lebih baik menggunakan perlindungan.
4. Mitos keempat
Bayi akan datang untuk tahu tentang hal itu
Fakta: Ketika bayi tidak mengembangkan kesadaran sementara di dalam rahim, mustahil untuk bayi Anda untuk tahu tentang hal itu.
5. Mitos kelima
Orgasme dapat menyebabkan prematur.
Fakta: Banyak sumber mengatakan bahwa bercinta selama kehamilan dapat mengurangi kemungkinan buruk prematur.
6. mitos keenam
Tidak ada manfaat
Fakta: Manfaat adalah dapat meningkatkan imunitas, mengurangi rasa sakit, meningkatkan kualitas tidur, menurunkan tekanan darah, meningkatkan suasana hati, dan membakar kalori.
Hal yang paling penting adalah pasangan harus konsultasikan terlebih dahulu konsultasi kepada dokter untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2802 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2030 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1975 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026