Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 28 Juli 2026
Facebook Luncurkan Filter Berita Hoax di Jerman
Rabu, 18 Januari 2017,
07:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Facebook juga menghadapi kecaman di Jerman karena dianggap tidak memberikan tanggapan yang cukup terhadap ujaran kebencian.
Financial Times mewartakan, Facebook meluncurkan langkah-langkah untuk mengatasi penyebaran berita palsu atau hoax di Jerman, beberapa bulan sebelum negara itu menyelenggarakan pemilihan umum nasional.Jaringan media sosial itu baru-baru ini mengatakan grup media investigasi Corrective akan menjadi pihak luar pertama yang mencari fakta di Jerman dan Facebook sedang berusaha mengajak organisasi media lain. Informasi terbaru untuk memudahkan pelaporan berita palsu akan diluncurkan segera di Jerman.
Facebook bulan lalu meluncurkan rencana untuk berfokus pada pelaku "hal terburuk dari yang terburuk'' dan bermitra dengan pencari fakta lain dan organisasi berita, termasuk kantor berita Associated Press, untuk memilih berita yang benar, bukan berita karangan.Seorang juru bicara Facebook mengatakan perusahaan telah dalam diskusi dengan kelompok media dan penerbitan Jerman dan bekerja untuk mendapatkan lebih banyak mitra.Jerman dijadwalkan mengadakan pemilihan nasional September nanti.
Facebook juga menghadapi kecaman di Jerman karena dianggap tidak memberikan tanggapan yang cukup terhadap pernyataan kebencian.Pemerintah Jerman telah khawatir bahwa pemilu nantinya dapat dipengaruhi oleh penyebaran berita palsu dan peretesan kampanye politik, setelah cerita palsu seperti Paus mendukung presiden terpilih Donald Trump menyebar dengan cepat selama pemilu AS dan laporan intelijen AS baru-baru ini ditemukan Rusia dimaksudkan untuk mempengaruhi pemilu dengan hacking Komite Nasional Partai Demokrat.
Pemerintah Jerman mengumumkan bulan lalu itu berencana hukum yang akan mengenakan denda hingga 500.000 euro pada Facebook penyebaran berita palsu.Kanselir Jerman Angela Merkel telah memperingatkan ada tanda-tanda bahwa serangan online dan informasi yang salah datang dari Rusia bisa "memainkan peran dalam kampanye pemilu".
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2785 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2027 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1967 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1800 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026