Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Makna Tumpek Landep Bagi Gubernur Bali
Minggu, 5 Februari 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Gubernur Bali Made Mangku Pastika pada Perayaan Tumpek Landep hadir memberikan dharma wacana di Pura Penataran Agung Kerta Sabha di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha, Sabtu (4/2).
Dalam dharma wacananya, Pastika menyatakan hari Raya Tumpek Landep yang dirayakan setiap 210 hari sekali yang tepatnya jatuh pada Sabtu Kliwon Wuku Landep hendaknya dimaknai sebagai momentum untuk mempertajam pikiran. Ia berharap masyarakat dapat berpikir lebih kritis, lebih jernih, proaktif, selalu ingin belajar, dan terus menambah pengetahuan yang akan meningkatkan sradha bhakti.
[pilihan-redaksi]
"Landep itu artinya tajam atau runcing, kita maknai hari raya ini dengan menajamkan hati dan pikiran kita, kembangkan pengetahuan yang kita miliki, jangan biarkan otak kita berhenti untuk bekerja, teruslah belajar dan berpikirlah kritis, " imbuhnya.
Ia juga menambahkan pada awalnya dalam upacara Tumpek Landep diupacarai beberapa pusaka yang memiliki sifat tajam seperti keras dan tombak, namun selaras dengan perkembangan yang ada, senjata lancip sudah meluas pengertiannya. Baginya, tak hanya sebatas keris dan tombak namun termasuk didalamnya benda benda hasil cipta karsa manusia yang dapat mempermudah hidup seperti sepeda motor, mobil, mesin, komputer dan sebagainya turut diupacarai pula dalam perayaan Tumpek Landep.
"Sekali lagi saya ingatkan jangan sampai ada salah mengartikan, bahwasannya ketika kita mengupacarai mobil, motor, komputer dan sebagainya bukan berarti kita menyembah benda-benda tersebut. Namun kita memohon kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa melalui manifestasinya sebagai Ida Bhatara Sang Hyang Pasupati untuk memberikan kekuatan pada benda tersebut sehingga betul-betul dapat mempermudah kita dalam melaksanakan swadharma kita masing-masing," tuturnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5918 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4639 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2608 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2265 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026