Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 13 Juni 2026
Maladewa Bantah Jual Gugusan Pulau ke Arab Saudi
Sabtu, 11 Maret 2017,
06:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Kolombo. Otoritas di Maladewa membantah bahwa pihaknya telah menjual satu gugusan pulau kecil ke Arab Saudi, Rabu (8/3/2017). Bantahan tersebut dikeluarkan menyusul protes oposisi menentang kesepakatan semacam itu.
Sementara itu, pibhak Oposisi Partai Demokrat Maladewa (Maldivian Democratic Part/MDP) menuduh pemerintah Presiden Abdulla Yameen menyerahkan kendali atas gugusan pulau tak berpenghuni Faafu kepada Arab Saudi, yang rajanya akan berkunjung ke negara tersebut.
[pilihan-redaksi]
Sumber-sumber MDP mengatakan polisi sudah mencegah puluhan penduduk setempat berunjuk rasa menyusul pemberitaan bahwa daerah itu akan dijual dan melakukan beberapa penangkapan.
Namun pemerintah, yang pada 2015 mencabut larangan kepemilikan lahan oleh asing, membantah menjual gugusan pulau itu.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah menyatakan sedang bekerja sama dengan "berbagai investor internasional" untuk mengembangkan Faafu dan seluruh negara tersebut dan ingin membangun apartemen, resort wisata dan bandara.
"Pemerintah dengan tegas menyangkal tuduhan bahwa gugusan kepulauan itu sudah 'dijual' ke entitas asing," demikian pernyataan pemerintah Maladewa yang dikutip kantor berita AFP.
Diketahui, Raja Salman tengah mengadakan tur tiga pekan di Asia dan dijadwalkan mengunjungi Maladewa pekan depan. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026