Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Hadapi Isu Meningitis, Sejumlah Ahli Telah Diterjukan
Senin, 20 Maret 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pada kesempatan Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) Di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Sabtu (19/3), Gubernur Bali Made Mangku Pastika menyinggung pula upaya Pemprov Bali dalam mencegah meluasnya penyebaran penyakit meningitis streptococcus suis (MSS) yang ditularkan melalui babi.
Pihaknya menyatakan telah memberi perhatian serius terhadap kasus ini dengan menerjunkan sejumlah ahli yang berkompeten di bidang kesehatan. Para ahli saat ini tengah bekerja di lapangan.
[pilihan-redaksi]
Pada bagian lain, Pastika juga mengingatkan masyarakat juga ikut proaktif dalam upaya pencegahan penyakit ini.
“Daging harus dimasak dengan benar. Bagi peternak, selalu jaga kebersihan kandang dan proses pemotongan juga harus mengikuti kaidah yang berlaku. Jika semua proses itu diindahkan, saya yakin bisa dicegah,” imbuhnya.
Selain pernyataan dari Pastika, upaya pencegahan MSS memang menjadi trending topic pada pelaksanaan PB3AS kali ini. Sejumlah pihak berkompeten di bidang kesehatan sepakat bahwa pola hidup bersih dan sehat serta cara memasak daging yang benar merupakan kunci untuk mencegah penularan bakteri ini.
Kasi Survelensi dan Imunisasi Dinas Kesehatan Provinsi Bali dr. IGA Raka Susanti,M.Kes yang menjelaskan bahwa MSS bisa ditularkan melalui binatang berkaki empat seperti babi, kucing dan anjing.
"Hewan yang telah terinfeksi tak boleh dikonsumsi," ujarnya.
Lebih dari itu, masyarakat juga disarankan untuk mengolah daging dengan cara yang benar. Sebab, bakteri MSS diyakini akan mati jika daging direbus dalam suhu lebih dari 60 derajat selama 60 menit. Selain itu, saat mengolah daging, pastikan tangan tidak dalam keadaan luka. Jika hal itu diperhatikan, dia yakin penyebaran bakteri ini dapat dicegah.
"Jangan takut makan daging, khususnya babi. Sepanjang dimasak secara benar," ujarnya seraya mengingatkan masyarakat untuk segera datang ke pusat kesehatan jika mengalami gejala MSS seperti demam, sakit kepala, penurunan kesadaran dan gangguan pendengaran.
Hal senada diutarakan Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar drh. I Wayan Masa Tenaya. Dalam orasinya dia menegaskan bahwa bakteri MSS sejatinya bisa diobati. Untuk itu, pihaknya sangat berkepentingan untuk memperoleh sampel bakteri MSS untuk diuji di laboratorium.
"Melalui proses pengujian, selanjutnya kita berharap dapat menemukan formula yang tepat untuk pembuatan vaksin," imbuhnya.
Masih terkait upaya pencegahan MSS, Kabid Kesehatan Hewan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Bali drh. Nata Kusuma menekankan pentingnya upaya pemeliharaan hewan secara baik.
"Sebenarnya tak hanya MSS, jika kita tak memelihara lingkungan secara baik, banyak sumber penyakit yang menjadi ancaman. Sumbernya macam-macam, bisa bakteri, virus dan parasit dan bahan kimia," imbuhnya.
Untuk itu, dia menghimbau masyarakat agar senantiasa menjaga kebersihan lingkungan dan merawat hewan peliharaan dengan baik.
[pilihan-redaksi2]
"Jika kita merawat hewan peliharaan dengan baik, niscaya penyebaran penyakit seperti MSS bisa ditangkal," imbuhnya.
Khusus terkait penyebaran MSS melalui babi, Nata Kusuma membeber sejumlah ciri jika hewan terinfeksi.
"Ciri-cirinya, babi mengalami gangguan persendian sehingga jalannya terseok-seok dan akan gelisah. Jika menemukan ciri-ciri seperti itu, segera hubungi petugas kesehatan hewan dan jangan dijual pada pengepul," ulasnya. [rls/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6011 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2342 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2241 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026