Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
Gua Gala-Gala, Gerbang Gaib Pura Dalem Puri Besakih
Selasa, 11 April 2017,
00:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Kecamatan Rendang di Karangasem, memiliki banyak potensi wisata spiritual. Salah satunya adalah Goa Gala Gala. Masyarakat sekitar menyebutnya dengan nama Gua Gala Gala. Nama Gala Gala memiliki makna sebagai perlindungan, kekuatan, dan Kemakmuran.
Goa yang memiliki kedalaman sekitar 25 meter berada di sebuah Pura Bernama Pura Langse di tepi Tukad Tlaga Waja, Arca Banjar adat Tegenan Kelod, Desa pakraman Tegenan Kecamatan Rendang Karangasem.
Di dalam Gua terdapat Tirta Pancaka Tirta yang berfungsi sebagai Pelukatan atau pembersihan, sedangkan pada bagian dinding Goa juga terdapat bubuk tanah berwarna hitam yang dipercaya bisa mengobati berbagai penyakit.
"Pada saat dilaksanakan pembangunan banyak warga yang mengalami “kelinggihan” lalu mendapatkan petunjuk agar membangun sebuah Pura sebagai “Pengadegan” Ida Bhetara Antha Boga dan sebuah Tempat Pelukatan Tlagewaja,” Ujar Pemangku Sekaligus Bendesa Adat Tegenan Kelod I Wayan Suiji (55).
Konon Pura Langse ini merupakan gerbang “niskala” atau gaib menuju Pura Dalem Puri Besakih, sehingga banyak yang menyebut Pura ini dengan sebutan Pura Langse yang berarti gerbang, ada juga yang menyebutnya sebagai Pura Telagawaja dikarenakan pemedek yang hendak datang ke Besakih diharuskan melaksanakan pembersihan dahulu dengan Pelukatan Telagawaja di Kelebutan atau mata air yang ada di areal Pura tersebut.
Di mulut Goa Gala Gala terdapat dua buah pelinggih yaitu pelinggihan Ratu Mas Sri Amerta dan Pelinggihan Ide Bhetare Antha Boga. Wayan Suiji juga menuturkan, dahulu sekitaran tahun 1957, Gua Gala Gala pertama kali ditemukan oleh seorang petani secara tidak sengaja. Berawal dari seekor Bebek yang ia pelihara lepas, dikejarlah bebek itu. Kemudian bebek itu lari ke arah sebuah Gua dan diikuti oleh Petani itu.
Betapa terkejutnya petani itu saat memasuki Goa tersebut ia melihat genangan air yang menyerupai danau ada di dalam goa tersebut.
Hingga pada tahun 2002 Setelah mendapat ”pawisik” atau petunjuk baru lah dilaksanakan pembangunan Pura Gua Gala Gala oleh masyarakat Banjar Adat Tegenan Kelod.
Banyak pemedek yang datang dari luar Karangasem seperti dari Gianyar, Kelungkung, Badung, Tabanan datang untuk “Nangkilang Hyang” ( simbol leluhur) ada pula yang datang hanya sekedar Melakukan Pembersihan diri atau Melukat. "Pura Goa Gala Gala memiliki potensi wisata yang luar biasa” kata Camat Rendang I Wayan Mastra, SH.
Perencanaannya sudah ada tetapi lagi-lagi karena keterbatasan angaran dan pembebasan tanah di sekitar Goa Gala Gala menjadi kendala utama sehingga belum bisa sepenuhnya terrealisasi. Diharapkan kedepan ada dari pihak pemerintah untuk ikut serta dalam proses pengembangan potensi-potensi yang ada di Kecamatan Rendang, tegas I Wayan Mastra, SH. Senin (10/4) saat ditemui usai melaksanakan persembahyangan di Pura Besakih.
Berita Karangasem Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 607 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 585 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 436 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026