Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Jumat, 11 September 2026
Pipa Air Bawah Tanah di Selat Duda Karangasem Jebol
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Setelah dilakukan uji coba setengah bulan, proyek pengaliran air bersih Tlaga Waja yang dialirkan melaui pipa bawah tanah sepanjang kurang lebih 62 kilometer yang ditanam dari kecamatan Rendang hingga ke Tianyar Timur mengalami retakan dan bocor di Desa Bambang Biaung Selat Duda Karangasem.
[pilihan-redaksi]
“Mungkin karena debit air yang cukup besar dan jalur pipa yang sangat panjang menyebabkan pipa menjadi retak dan bocor," kata Eko S (40) selaku kordinator pengerjaan saat ditemui dilokasi pengerjaan, Kamis (13/4).
Pengerjaannya sendiri dilaksanakan dari Dinas OP melibatkan 13 orang pekerja dan dikoordinatori Eko. Menurut Eko, pengerjaan penyambungan pipa sepanjang 6 meter sudah dikerjakan sejak Senin (10/4).
Dalam upaya perbaikan pipa juga dikerahkan satu unit alat berat didatangkan Dinas OP dari Kelungkung.
Eko juga menambahkan, ditaksir pengerjaannya selesai dalam empat hari, pekerjanya bisa bekerja hingga 24 jam untuk mempercepat proses penyelesaian penyambungan pipa ini.
Ia menyebutkan kendala yang paling dirasakan yakni selain harus menggali sedalam tiga meter juga titik kebocoran pipa yang berada di tengah pertigaan jalan raya penghubung Karangasem - Klungkung.
"Harus ekstra hati-hati jadi kami saat bekerja mengingat banyak kendaraan berlalu-lalang apalagi dalam situasi hari raya seperti ini," ungkapnya. [igs/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3313 Kali
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 782 Kali
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 724 Kali
ABOUT BALI
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan