Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 28 Oktober 2026
Wisata Mata Air Suci Telaga Tista
Sabtu, 22 April 2017,
11:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Bebandem Karangasem miliki sebuah mata air “pingit” yang disebut dengan Telaga Tista. Letaknya di Dusun Abiantiing, Desa Jungutan, Bebandem, Karangasem. Tempat ini sendiri merupakan tempat pesiraman atau bejian Ide Batara Istri Pura Panti, Pura Puseh dan Pura Bangkak, sekaligus pesucian Ide Batara seluruh Dadia yang ada di sekitar Telaga Tista.
Tempat ini kerap pula menjadi tempat wisata lokal. Ada pula yang menjadikan sumber mata air suci ini sebagai tempat melancaran ketika habis melaksanakan upacara Manusa Yadnya seperti “Metatah”.
[pilihan-redaksi]
“Mata Air suci dari Telaga Tista tersebut tidak pernah mengering meskipun musim kemarau dan tetap bisa mengaliri ribuan hektar sawah ditujuh subak dan juga untuk kebutuhan air di tujuh Desa adat yang berada dibawah aliran Telaga Tista tersebut di antaranya, Desa adat Macang, Bungaya, Asak, Perasi, Timbrah, Bugbug dan Juga Tenganan,” ujar Kelian Desa adat Sibetan I Wayan Subadra (75) didampingi Jro Mangku Pura Telaga Tista Gusti Mangku Nyoman Suwika, Rabu (19/4).
Di areal Telaga Tista juga terdapat Pura yang disebut Pura Telaga Tista. Pura ini menggelar upacara setiap setiap setahun dan 10 tahun sekali. Upacara yang dilaksanakan setiap setahun sekali disebut dengan Usaba Ketipat diampu oleh Desa Adat Sibetan selaku pengempon utama.
Kemudian ada upacara yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali yang disebut Ngusaba Ketipat Agung dengan memakai sarana Kerbau. Saat pelaksanaan upacara ini, ketujuh Desa adat yang menggunakan air dari Telaga Tista datang untuk nunas tirta dan melakukan persembahyangan. Selain itu ketujuh Desa Adat tersebut juga kena Pengangge setiap 20 tahun sekali ketika dilaksanakan Ngusaba Bangkak di Pura Bangkak. Setiap desa Adat “pesonnya” (urunan) berbeda-beda.
Sementara, bagi pelancong, Telaga Tista memiliki beberapa pantangan yang tidak boleh dilanggar seperti dilarang mengonsumsi daging sapi sebelum datang ke Telaga Tista. Namun, bagi pengunjung yang sudah terlanjur mengonsumsi sudah disediakan pelukatan oleh Jero mangku sebagai pembersihan sebelum memasuki areal Telaga Tista.
Selain itu jika ada upaka atau “naur sesangi” dengan sarana Babi tidak diperbolehkan dihaturkan naik ke Pura Telaga Tista hanya boleh dihaturkan dibawah. Hanya haturan yang memakai sarana suci saja yang diperkenankan dipersembahyang di Pura tersebut seperti ayam, bebek, dan angsa. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5944 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4656 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2631 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2284 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2224 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026